Posted by: Syukron Tanzilah | December 6, 2012

Seruan Ruh Saat Keluar dari Jasad

ﻓﻲ ﺍﻟﺨﺒﺮ ﺭﻭﻯ ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻨﻬﺎ، ﻗﺎﻟﺖ ﻛﻨﺖ ﻗﺎﻋﺪﺓ ﻣﺘﺮﺑّﻌﺔﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺇﺫ ﺩﺧﻞ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼّﻼﺓ ﻭ ﺍﻟﺴّﻼﻡ، ﻓﺴﻠّﻢ ﻋﻠﻲّ ﻓﺄﺭﺩﺕ ﺃﻥﺃﻗﻮﻡ ﻟﻪ ﻛﻤﺎ ﻛﺎﻧﺖ ﻋﺎﺩﺗﻲ ﻋﻨﺪ ﺩﺧﻮﻟﻪ. ﻓﻘﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼّﻼﺓ ﻭ ﺍﻟﺴّﻼﻡ : ﺃﻗﻌﺪﻱﻣﻜﺎﻧﻚ ﻣﺎﻛﺎﻥ ﻟﻚ ﺃﻥ ﺗﻘﻮﻣﻲ ﻳﺎ ﺃﻡّ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ. ﻗﺎﻟﺖ: ﻓﻘﻌﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪﺍﻟﺼّﻼﺓ ﻭ ﺍﻟﺴّﻼﻡ ﻓﻮﺿﻊ ﺭﺃﺳﻪ ﻋﻠﻰ ﺣﺠﺮﻱ ﻓﻨﺎﻡ ﻣﺴﺘﻠﻘﻴﺎ ﻋﻠﻰ ﻗﻔﺎﻩ، ﻓﺠﻌﻠﺖ
ﺃﻃﻠﺐ ﺷﻴﺒﺔ ﻓﻲ ﻟﺤﻴﺘﻪ ﻓﺮﺃﻳﺖ ﺑﻬﺎ ﺗﺴﻊ ﻋﺸﺮﺓ ﺷﻌﺮﺓ ﺑﻴﻀﺎﺀ، ﻓﺘﻔﻜّﺮﺕ ﻓﻲﻧﻔﺴﻲ ﻓﻘﻠﺖ ﺇﻧّﻪ ﻟﻴﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﺪّﻧﻴﺎ ﻗﺒﻠﻲ ﻓﺘﺒﻘﻰ ﺍﻷﻣّﺔ ﺑﻼ ﻧﺒﻲّ، ﻓﺘﺒﻜﻴﺖﺣﺘّﻰﺳﺎﻝ ﺩﻣﻊ ﻋﻴﻨﻲ ﻋﻠﻰ ﺧﺪّﻱ ﻭ ﺗﻘﺎﻃﺮ ﻣﻨﻪ ﻋﻠﻰ ﻭﺟﻬﻪ ﻓﺄﻧﺒﻬﻪ ﻣﻦ ﻧﻮﻣﻪ، ﻓﻘﺎﻝﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼّﻼﺓ ﻭ ﺍﻟﺴّﻼﻡ : ﻣﺎ ﺍﻟّﺬﻱ ﺃﺑﻜﺎﻙ ﻳﺎ ﺃﻡّ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ؟ ﻓﻘﺼﺼﺖ ﻋﻠﻴﻪﺍﻟﻘﺼّﺔ ﺛﻢّ ﻗﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼّﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴّﻼﻡ : ﺃﻱّ ﺣﺎﻝ ﺃﺷﺪّ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻴّﺖ ﻓﻘﻠﺖ : ﻗﻞ
ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ

Dalam sebuah khobar diriwayatkan dari Aisyah, Ia berkata : “Ketika Rasulullah SAW datang, Saya sedang duduk bersila. Lalu, Beliau mengucapkan salam kepadaku dan Aku hendak berdiri untuknya. Sebagaimana,kebiasaanku, setiap kali Beliau SAW datang. Kemudian, Beliau SAW berkata : ‘Duduklah di tempat kamu berdiri, wahai ibunya orang-orang beriman.’ Lalu, Aisyah berkata kembali : ‘lalu, Rasulullah SAW duduk dan meletakkan kepalanya di atas pangkuanku, hingga Beliau tidur terbaring di atas punggungnya. Lalu, Aku mulai mencari uban di jenggot Beliau, dan Aku melihat 19 uban yang putih.’ Seraya, Aku berfikir dalam benakku. Aku berkata:
‘Sungguh dia akan wafat sebelum aku, dan umat ini tersisa tanpa Nabi.’ Kemudian, Aku menangis hingga airmataku mengalir di pipiku. Air mata ini menetes dari pipiku di wajah Rasulullah SAW. Maka, Beliau SAW bangun dari tidurnya.’ Beliau SAW berkata : “Apa yangmembuat dirimu menangis, wahai ibunya orang-orang beriman?” Lalu, Aku mengkisahkan kisah tadi. Kemudian,Beliau SAW bertanya : “Keadaan apa yang menyusahkan mayit?” Aku berkata : “Katakanlah, wahai Rasulullah SAW!”.

ﻓﻘﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼّﻼﺓ ﻭ ﺍﻟﺴّﻼﻡ : ﺑﻞ ﻗُﻮْﻟﻲ ﺃﻧﺖ. ﻓﻘﻠﺖ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺃﺷﺪّ ﺣﺎﻟﺔ ﻋﻠﻰﺍﻟﻤﻴّﺖ ﻣﻦ ﻭﻗﺖ ﺧﺮﻭﺟﻪ ﻣﻦ ﺩﺍﺭﻩ، ﻳﺤﺰﻥ ﺃﻭﻻﺩﻩ ﺧﻠﻔﻪ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ : ﻳﺎ ﻭﺍﻟﺪﻱ ﻭ ﻳﺎﺃﻣّﻲ، ﻭ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪ ﻷﻭﻻﺩﻩ: ﻳﺎ ﺃﻭﻻﺩﻱ. ﻓﻘﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼّﻼﺓ ﻭ ﺍﻟﺴّﻼﻡ : ﻫﺬﺍﺷﺪﻳﺪ . ﻓﻤﺎ ﺃﺷﺪّ ﻣﻨﻪ؟ ﻗﻠﺖ : ﻻ ﺗﻜﻮﻥ ﺣﺎﻟﺔ ﺃﺷﺪّ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻴّﺖ ﺣﻴﻦ ﻳﻮﺿﻊ ﻓﻲﻟﺤﺪﻩ، ﻭ ﻳﻐﺸﻰ ﺍﻟﺘّﺮﺍﺏ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﻳﺮﺟﻊ ﻋﻨﻪ ﺃﻗﺮﺑﺎﺀﻩ ﻭ ﺃﻭﻻﺩﻩ ﻭ ﺃﺣﺒّﺎﺀﻩ، ﻭﻳﺴﻠﻤﻮﻧﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻊ ﻓﻌﻠﻪ ﻓﻴﺄﺗﻴﻪ ﻣﻨﻜﺮ ﻭ ﻧﻜﻴﺮ ﻓﻲ ﻗﺒﺮﻩ .

Beliau SAW menjawab : “Kau dulu yang mengatakannya.” Maka, Aku menjawab : “Tiada suatu saat yang menyusahkan mayit kecuali waktu keluar dari rumahnya.” Di belakang mayit itu, anak anaknya bersedih sambil berkata : “Wahai ayahku, dan wahai ibuku.” Orang tua berkata kepada anak-anaknya : “Wahai anak-anakku.” Rasulullah SAW berkata : “Ini adalah suatu perkara yang pedih. Apa lagi yang lebih pedih dari pada itu.” Aku menjawab : “Tiada suatu keadaan yang lebih pedih bagi mayit kecuali diletakkan di liang lahatnya. Kemudian, tanah menutupi mayit, dan semua sanak kerabat, anak-anak dan kekasih-kekasihnya pulang. Mereka menyerahkan mayit itu kepada Allah Ta’ala berserta perbuatannya. Lalu, Munkar dan Nakir datang menemuinya di kuburannya.”

ﻓﻘﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼّﻼﺓ ﻭ ﺍﻟﺴّﻼﻡ : ﻳﺎ ﺃﻡّ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻣﺎ ﺃﺷﺪ ﻣﻨﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻴّﺖ؟ ﻗﻠﺖ : ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﺃﻋﻠﻢ . ﻗﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼّﻼﺓ ﻭ ﺍﻟﺴّﻼﻡ : ﻳﺎ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺇﻥّ ﺃﺷﺪّ
ﺣﺎﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻴّﺖ ﺣﻴﻦ ﻳﺪﺧﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻐﺎﺳﻞ ﻓﻲ ﺩﺍﺭﻩ ﻟﻴﻐﺴﻠﻪ. ﻓﻴﺨﺮﺝ ﺧﺎﺗﻢﺍﻟﺸّﺒﺎﺏ ﻣﻦ ﺃﺻﺎﺑﻌﻪ ﻭ ﻳﻨﺰﻉ ﻗﻤﻴﺺ ﺍﻟﻌﺮﻭﺱ ﻣﻦ ﺑﺪﻧﻪ ﻭ ﻳﻨﺰﻉ ﻋﻤﺎﻣﺔ ﺍﻟﻤﺸﺎﻳﺦﻭ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﻣﻦ ﺭﺃﺳﻪ ﻟﻴﻐﺴﻠﻪ. ﻓﻌﻨﺪ ﺫﻟﻚ ﺗﻨﺎﺩﻯ ﺭﻭﺣﻪ ﺣﻴﻦ ﺗﺮﺍﻩ ﻋﺮﻳﺎﻧﺎ ﺑﺼﻮﺕ ﻳﺴﻤﻌﻪ ﻛﻞّ ﺍﻟﺨﻼﺋﻖ ﺇﻻّ ﺍﻟﺜّﻘﻠﻴﻦ ﺗﻘﻮﻝ : ﻳﺎ ﻏﺴّﺎﻝ ﺃﺳﺄﻟﻚ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﻨﺰﻉ ﺛﻴﺎﺑﻲﺑﺮﻓﻖ. ﻓﺈﻧّﻲ ﺍﻟﺴّﺎﻋﺔ ﻗﺪ ﺇﺳﺘﺮﺣﺖ ﻣﻦ ﻣﺠﺎﺫﺑﺔ ﻣﻠﻚ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻭ ﺇﺫﺍ ﺻﺐّ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺻﺎﺡ ﻛﺬﻟﻚ، ﻳﻘﻮﻝ : ﻳﺎ ﻏﺴّﺎﻝ ﺑﺎﻟﻠﻪ، ﻻ ﺗﺼﺐّ ﻣﺎﺀﻙ ﺣﺎﺭﺍ ﻭ ﻻ ﺗﺠﻌﻞ ﻣﺎﺀﻙ ﺣﺎﺭّﺍ ﻭ ﻻ ﺑﺎﺭﺩﺍ ﻓﺈﻥّ ﺟﺴﺪﻱ ﻣﺤﺘﺮﻕ ﻣﻦ ﻧﺰﻉ ﺍﻟﺮّﻭﺡ

Lalu, Rasulullah SAW bertanya : “Wahai ibunya orang-orang beriman! Apalagi yang lebih pedih bagi mayit? Aku menjawab : ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Beliau SAW berkata : ‘Wahai Aisyah! Sesungguhnya kepedihan yang sangat bagi mayit yaitu ketika orang yang memandikan masuk ke rumah hendak memandikannya.’ Lalu, Dia melepaskan cincin milik seorang pemuda dari jari-jarinya, mencopot pakaian pengantin dari badannya, melepaskan imamah dari para guru dan ahli fiqh dari kepalanya, karena hendak memandikannya.’ Di saat itu ruh melihat jasadnya dalam keadaan telanjang. Maka, dia berseru dengan suara yang dapat didengar oleh semua makhluk kecuali manusia dan jin. Ruh berkata : ‘Wahai orang yang memandikan! Demi Allah. aku memohon kepadamu agar melepaskan pakaianku dengan lemah lembut. Karena, sesungguhnya aku waktu ini, aku sedang beristirahat lantaran pencabutan oleh malaikat maut.’ Apabila disiramkan air atas jasadnya. Mayit berseru seperti tadi. Mayit berkata : ‘Wahai orang yang memandikan! Demi Allah, Jangan kau siramkan airmu yang panas. Jangan pula kau jadikan dalam keadaan panas, dan tidak pula dingin. Karena, jasadku telah terbakar dari pencabutan ruh.’ ”

ﻓﺈﺫﺍ ﻏﺴﻠﻮﻩ ﺗﻘﻮﻝ ﺍﻟﺮّﻭﺡ : ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻳﺎ ﻏﺴّﺎﻝ ﻻﺗﻤﺴّﻨﻲ ﻗﻮﻳّﺎ ﻓﺈﻥّ ﺟﺴﺪﻱﻣﺠﺮﻭﺡ ﺑﺨﺮﻭﺝ ﺍﻟﺮّﻭﺡ، ﻓﺈﺫﺍ ﻓﺮﻍ ﻣﻦ ﻏﺴﻠﻪ ﻭ ﻭﺿﻊ ﻓﻲ ﻛﻔﻨﻪ ﻭ ﺷﺪّ ﻣﻮﺿﻊ ﻗﺪﻣﻴﻪ ﻧﺪﺍﻩ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻳﺎ ﻏﺴّﺎﻝ ﻻ ﺗﺸﺪّ ﻛﻔﻦ ﺭﺃﺳﻲ ﺣﺘّﻲ ﺃﺭﻯ ﻭﺟﻪ ﺃﻫﻠﻲ ﻭ ﺃﻭﻻﺩﻱ ﻭ ﺃﻗﺮﺑﺎﺋﻲ ﻓﺈﻥّ ﻫﺬﺍ ﺁﺧﺮ ﺭﺃﻳﺘﻲ ﻟﻬﻢ .

Apabila mereka memandikan mayit tersebut, maka ruh berkata : “Demi Allah, wahai orang yang memandikan, janglah engkau pegang aku dengan kuat-kuat. Karena, jasadku terluka lantaran keluarnya ruh. Apabila telah selesai memandikannya, lalu mayit tersebut diletakkan diatas kain kafannya. Maka mayit itu berseru : “Demi Allah, wahai orang yang memandikan. Jangan engkau ikat kain kafan bagian kepalaku agar aku melihat wajah keluargaku, anak-anakku, dan sanak kerabatku. Sebab, inilah saat terakhir aku melihat mereka.

ﻓﺄﻧﺎ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺃﻓﺎﺭﻗﻬﻢ ﻭ ﻻ ﺃﺭﺍﻫﻢ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻓﺈﺫﺍ ﺃﺧﺮﺝ ﺍﻟﻤﻴّﺖ ﻣﻦ ﺍﻟﺪّﺍﺭﻧﺎﺩﻯ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻳﺎ ﺟﻤﺎﻋﺘﻲ ﻻ ﺗﻌﺠّﻠﻮﺍ ﺑﻲ ﺣﺘّﻰ ﺃﻭﺩّﻉ ﺩﺍﺭﻱ ﻭ ﺃﻫﻠﻲ ﻭ ﺃﻗﺮﺑﺎﺋﻲ ﻭ
ﻣﺎﻟﻲ ﺛﻢّ ﻳﻨﺎﺩﻱ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻳﺎ ﺟﻤﺎﻋﺘﻲ ﺗﺮﻛﺖ ﺇﻣﺮﺃﺗﻲ ﺃﺭﻣﻠﺔ ﻓﻌﻠﻴﻜﻢ ﺃﻥ ﻻ ﺗﺆﺫﻭﻫﺎ ﻭﺃﻭﻻﺩﻱ ﺃﻳﺘﺎﻣﺎ ﻓﻌﻠﻴﻜﻢ ﺃﻥ ﻻ ﺗﺆﺫﻭﻫﻢ، ﻓﺈﻧّﻲ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺃﺧﺮﺝ ﻣﻦ ﺩﺍﺭﻱ ﻭ ﻻ ﺃﺭﺟﻊ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﺃﺑﺪﺍ. ﻭ ﺇﺫﺍ ﻭﺿﻊ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﻨﺎﺯﺓ ﻳﻘﻮﻝ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻳﺎ ﺟﻤﺎﻋﺘﻲ ﻻ ﺗﻌﺠّﻠﻮﺍ ﺑﻲ
ﺣﺘّﻰ ﺃﺳﻤﻊ ﺻﻮﺕ ﺃﻫﻠﻲ ﻭ ﺃﻭﻻﺩﻱ ﻭ ﺃﻗﺮﺑﺎﺋﻲ ﻓﺈﻧّﻲ ﺃﻗﺎﺭﻗﻬﻢ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ.
ﻓﺈﺫﺍ ﺣﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﻨﺎﺯﺓ ﻭ ﺧﻄﻮﺍ ﺑﻬﺎ ﺛﻼﺙ ﺧﻄﻮﺍﺕ ﻳﻨﺎﺩﻱ ﺑﺼﻮﺕ ﻳﺴﻤﻌﻪ ﻛﻞّ ﺷﻴﺊ ﺇﻻّ ﺍﻟﺜّﻘﻠﻴﻦ ﻭ ﺗﻘﻮﻝ ﺍﻟﺮّﻭﺡ ﻳﺎ ﺃﺣﺒّﺎﺋﻲ ﻭ ﻳﺎ ﺇﺧﻮﺍﻧﻲ ﻭ ﻳﺎ ﺃﻭﻻﺩﻱ ﻻ
ﺗﻐﺮﻧّﻜﻢ ﺍﻟﺪّﻧﻴﺎ ﻛﻤﺎ ﻏﺮّﺗﻨﻲ ﻭ ﻻ ﻳﻠﻌﺒﻦّ ﺑﻜﻢ ﺍﻟﺰّﻣﺎﻥ. ﻛﻤﺎ ﻟﻌﺐ ﺑﻲ ﻭ ﺍﻋﺘﺒﺮﻭﺍ ﺑﻲ ﻓﺈﻧّﻲ ﺧﻠّﻔﺖ ﻣﺎ ﺟﻤﻌﺖ ﻟﻮﺭﺛﺘﻲ ﻭ ﻟﻢ ﻳﺤﻤﻠﻮﺍ ﻣﻦ ﺧﻄﻴﺌﺘﻲ ﺷﻴﺌﺎ ،

Hari ini, aku berpisah dengan mereka dan tidak pernah melihat mereka kembali hingga hari kiamat. Apabila,mayit itu telah dikeluarkan dari rumahnya. Maka, si mayit berseru : “Demi Allah, wahai jama’ah pengantarku, janganlah kalian mensegerakan aku, hingga aku berpamitan dengan rumahku, keluargaku, sanak kerabatku, dan hartaku.” Kemudian, mayit itu berseru: “Demi Allah, wahai jama’ah penganturku. Aku tinggalkan istriku dalam keadaan janda. Maka, wajib bagi kalian jangan menyakitinya. Aku tinggalkan anak-anakku dalam keadaan yatim. Maka, wajib bagi kalian. Jangan menyakiti mereka.” Apabila, mayit diletakkan di atas keranda. Maka, mayit berseru : “Demi Allah, wahai jamah pengantarku. Janganlah kalian segerakan aku, hingga aku mendengar suara keluargaku, anak-anakku, dan sanak kerabatku. Karena, pada hari ini aku berpisah dengan mereka hingga hari kiamat.” Apabila, mayit tersebut sedang dibawa dalam keranda. Lalu, pengiring berjalan sampai tiga langkah. Mayit itu berseru dengan suara yang didengar oleh semua makhluk kecuali manusia dan jin. Ruh itu berkata : “Wahai para kekasihku, para sahabatku, dan anak-anakku. Janganlah kalian tertipu pada dunia. Sebagaimana dunia menipuku. Janganlah jaman mempermainkanmu. Sebagaimana jaman mempermainkanku. Ambillah oleh kalian diriku sebagai ibarat. Sesungguhnya diriku telah meninggalkan harta yang aku telah kumpulkan untuk ahli warisku, sedangkan mereka enggan menanggung sesuatu dari kesalahanku.

ﻭ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪّﻧﻴﺎ ﻳﺤﺎﺳﺒﻨﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭ ﺃﻧﺘﻢ ﺗﺴﺘﻤﺘﻌﻮﻥ ﺑﻬﺎ ﺛﻢّ ﻻ ﺗﺪﻋﻮﻥ ﻟﻲ ﻭ ﺇﺫﺍ ﺻﻠّﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﻨﺎﺯﺓ ﻭ ﺭﺟﻊ ﺑﻌﺾ ﺃﻫﻠﻪ ﻭ ﺃﺻﺪﻗﺎﺋﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺼﻠّﻰ ﻳﻘﻮﻝ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻳﺎ ﺇﺧﻮﺍﻧﻲ ﺇﻧّﻲ ﻛﻨﺖ ﺃﻋﻠﻢ ﺃﻥّ ﺍﻟﻤﻴّﺖ ﻳﻨﺴﻰ ﻓﻲ ﺍﻷﺣﻴﺎﺀ، ﻭ ﻟﻜﻦ ﻻ ﺗﻨﺴﻮﻧﻲ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻟﺴّﺮﻋﺔ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺗﺪﻓﻨﻮﻧﻲ ﺣﺘّﻰ ﺗﻨﻈﺮﻭﺍ ﺇﻟﻰ ﻣﻜﺎﻧﻲ ﻭ ﻳﺎ ﺇﺧﻮﺍﻧﻲ ﺇﻧّﻲ ﻛﻨﺖ ﺃﻋﻠﻢ ﺃﻥّ ﻭﺟﻪ ﺍﻟﻤﻴّﺖ ﺃﺑﺮﺩ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻣﻬﺮ ﻳﺮﻓﻲ ﻗﻠﻮﺏ ﺍﻷﺣﻴﺎﺀ ﻭ ﻟﻜﻦ ﻻ
ﻳﺮﺟﻌﻮﺍ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻟﺴّﺮﻋﺔ. ﻓﺈﺫﺍ ﻭﺿﻌﻮﻩ ﻋﻨﺪ ﻗﺒﺮﻩ ﻳﻘﻮﻝ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻳﺎ ﺟﻤﺎﻋﺘﻲ ﻭ ﻳﺎ ﺇﺧﻮﺍﻧﻲ ﺃﺩﻋﻮﻛﻢ ﻭ ﻻ ﺗﺪﻋﻮﻧﻨﻲ. ﻓﺈﺫﺍ ﻭﺿﻌﻮﻩ ﻓﻲ ﻟﺤﺪﻩ ﻳﻘﻮﻝ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻳﺎ ﻭﺍﺭﺛﻲ ﻣﺎ ﺟﻤﻌﺖ ﻣﺎﻻ ﻛﺜﻴﺮﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺪّﻧﻴﺎ ﺇﻻّ ﺗﺮﻛﺘﻪ ﻟﻜﻢ ﻓﺘﺬﻛّﺮﻭ ﻧﻲ ﺑﻜﺜﺮﺓ ﺧﻴﺮﻛﻢ ﻭ ﻗﺪ ﻋﻠّﻤﺘﻜﻢ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭ ﺍﻷﺩﺏ ﻓﻼ ﺗﻨﺴﻮﻧﻲ ﻣﻦ ﺩﻋﺎﺋﻜﻢ

Karena dunia, Allah Ta’ala menghisabku. Sedangkan, kalian sedang menikmati dunia dan tidak pernah berdo’a untukku.” Ketika mayit itu telah selesai disholatkan. Sebagian keluarganya, teman-temannya, kembali dari musholla. Maka, si mayit berkata : “Demi Allah, Wahai Saudara-saudaraku. Sesungguhnya aku lebih mengetahui bahwa si mayit itu dilupakan oleh orang-orang yang hidup. Akan tetapi, janganlah kalian lupakan aku secepat ini sebelum kalian menguburkan aku hingga kalian melihat tempatku. Wahai saudara-saudaraku, kini aku lebih tahu bahwa wajah mayit itu lebih dingin dibandingkan air yang dingin di hati orang-orang yang hidup. Akan tetapi, janganlah kalian kembali secepat ini.” Apabila mereka meletakkan mayit itu di tanah kuburan. Maka, si mayit berkata : “Wahai jamah pengantarku. Wahai saudara-saudaraku. Aku pernah berdo’a untuk kalian akan tetapi kalian belum berdo’a untukku.” Apabila,para jama’ah meletakkan mayit di liang lahatnya. Maka, si mayit itu berkata : “Demi Allah, wahai ahli warisku!
Tidaklah aku mengumpulkan harta yang banyak dari dunia, kecuali aku tinggalkan untuk kalian. Maka, ingatlah kalian kepadaku dengan memperbanyak amal baik kalian. Sesungguhnya aku telah mengajarkan Al-Qur’an dan sopan santun kepada kalian. Maka, janganlah kalian melupakan diriku dari do’a-do’a kalian.”
image

_____

Allohummaghfirlil mu’minina wal mu’minat wal muslimina wal muslimat, al-ahyaa.i minhum wal amwaat birohmatika Ya Arhamar Rohimin, Aamiin


Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: