Posted by: Syukron Tanzilah | December 16, 2012

Profil: Al-Ustadz Al-Habib Muhammad Rofiq Bin Luqman Al-Kaff Gathmyr (Pemimpin Majelis Ta’lim Al-Yusrain)

“Ketika masih kecil, saya pernah dititipkan ke Madrasah Ibtidaiyah Adabiyah, Palembang. Di Palembang, sehari-hari saya tekun belajar agama. Pengalaman yang sungguh mengesankan,”

Habib Muhammad Rofiq Bin Luqman Al-KaffHABIB Muhammad Rofiq Al Kaff lahir di Palembang, 23 September 1974, beliau anak dari Habib Luqman bin ‘Abdullah Al Kaff Gathmyr dan Syarifah Faridah binti Hud Al Kaff,beliau adalah anak sulung dari lima bersaudara, adik beliau yang pertama yakni Habib Ahmad Kazim Al Kaff (aktif dikepengurusan Majlis Al-Yusrain Cempaka Putih Jakarta Pusat dan Jabar), yang kedua adalah Syarifah Khodijah Al Kaff,(alumni Ponpes Darus Surur dan Ponpes Al-Fakhriyah), yang ketiga Habib ‘Abdullah Fikri Al Kaff (alumni Ponpes Darus Surur) dan yang keempat Habib ‘Ali Ridho Al Kaff (alumni Darul Mushtofa-Solo) Semua saudara beliau ini semuanya aktif dalam dunia Majlis Ta’lim.

Habib Muhammad Rofiq Al Kaff adalah pemimpin dari Majelis Taklim Al Yusrain yang jamaahnya rata-rata banyak diikuti oleh anak-anak muda. Sejak kecil Habib Muhammad Rofiq Al Kaff selalu berada di lingkungan yang taat beragama. “Sejak kecil saya sering diajak ke berbagai majelis taklim di Palembang oleh sang ayah, dari situ saya mendapat banyak manfaat, antara lain berkah dari beberapa habaib yang masyhur,” kenang beliau.

Kakek beliau yakni Habib ‘Abdullah Al Kaff Gathmyr adalah seorang pejuang kemerdekaan RI yang mempunyai kedekatan khusus dengan Presiden RI ke-1 yakni Ir.Soekarno. Habib ‘Abdullah Al Kaff pernah menjadi anggota DPR-GR dan DPRS/MPRS dari fraksi
Generasi Pertama Nahdatul‘Ulama. Sang kakek, wafat pada tahun 1974 dan dimakamkan di Bandung. Pengalaman masa kecil beliaulah mendorong beliau untuk selalu memperdalam ilmu agama. “Ketika masih kecil, saya pernah dititipkan ke Madrasah Ibtidaiyah Adabiyah, Palembang. Di Palembang, sehari-hari saya tekun belajar agama. Pengalaman yang sungguh mengesankan,” ujar beliau Lepas dari Madrasah Ibtidaiyah, beliau kemudian melanjutkan ke Ponpes Ar-Riyadh, Palembang.sampai tahun 1990-an. beliau kemudian melanjutkan kembali pendidikan pesantren ke Pondok Pesantren di Jawa Barat, namun tidak berlangsung lama. Beliau kemudian belajar pada Habib ‘Umar bin Ahmad bin Syahab. Beliau belajar dari tahun 1991-1997 sampai Habib ‘Umar bin Syahab meninggal.

Pelajaran thoriqah dan tasawwuf banyak ditimba dari Habib’Umar bin Syahab yang sangat disepuhkan di Palembang kala itu. ”Habib ‘Umar bin Syahab adalah salah seorang wali yang ‘arif dan waro’ di kota Palembang. Cara mengajar beliau mengesankan . Habib ‘Umar bin Ahmad Syahab mengajar Habib Rofiq lazimnya jalan kasyaf, yakni dengan tidak pernah membuka kitab didepannya, dan itu berlangsung selama 7 tahun.”

Banyak pengalaman berkesan ditimba oleh Habib Muhammad Rofiq Al Kaff terhadap gurunya itu, menurut beliau Habib ‘Umar adalah seorang ahlu kasyaf jalli (kasyaf yang berderajat mutlak). Habib Muhammad Rofiq Al Kaff sempat kholwat di bawah bimbingan Habib ‘Umar selama beberapa tahun ala adab thoriqah ‘alawiyah denagn adabnya yang benar. ”Diantara orang-orang mukasyifin, hanya beberapa orang saja yang mencapai maqam seperti itu. Dan Habib ‘Umar adalah salah satunya. Setiap gerakan hati saya selalu terpantau, beliau tahu setiap lintasan hati saya. “

Pesan dari Habib ‘Umar kepada beliau yang masih terkesan sampai sekarang yakni ‘menjadi lelaki yang sejati’. ”Beliau menyangka itu adalah kata mutiara. Cuma setelah diteliti, itu istilah jadilah ahli suluk sejati.”

Dakwah keliling sudah pernah di lakoni Habib Muhammad Rofiq Al Kaff sejak dari umur 7 tahun, waktu itu bersama Habib ‘Umar bin ‘Abdul Aziz dan Habib Novel bin ‘Abdullah Al Kaff ke daerah Telang, Musi Banyuasin (Muba), Sungsang dan daerah-daerah terpencil di sekitar Palembang. Pada tahun 1990-an mulai aktif mengajar di sekolah malam , Baitul ‘Ulum dan saat itu juga pernah menjadi penyiar Radio.

Selama menempuh pendidikan di pesantren Ar-Riyadh, beliau sebenarnya tertarik ke dunia kaligrafi, kebetulan beliau memang senang melukis sketsa tinta cina dan pensil. Kebetulan beliau belajar Kaligrafi dengan seorang guru lulusan dari Darul ‘Ulum, Mekkah yakni Ustadz ‘Abdul Karim (dari Lampung), bahkan sempat menjadi kaligrafer profesional. Selama menempuh pendidikan di Madrasah, beliau sudah banyak prestasi mulai juara Kaligrafi se-Provinsi Sumatera Selatan dan ceramah tingkat kecamatan.

Tahun 1991 beliau ke Jakarta dan melakukan i’tikaf di Masjid Darus Sa’adah, Cempaka Putih sampai setengah tahun lamanya dan tinggal di menara masjid sambil berkholwat. Baru pada tahun 1992 beliau mendirikan Majelis Ta’lim Al-Yusrain dan mengajar di sekitar daerah Galur, Senin, Jakarta Pusat.”

 Al Habib Muhammad Rofiq Bin Luqman Al-KaffAl-Yusrain ialah nama kapal dan menjadi nama kampung di Palembang dan konon kampung ini ialah kampung tempat berkumpulnya para wali , seperti dijelaskan oleh Al Imam Al Habib ‘Alwi Al-Yusrain didalam kitab beliau “Syamsuz Zhohiroh “ , beliau termasyhur di hadromaut dan wali besar di zamanya. Habib Muhammad Rofiq Al Kaff mengajar kitab fiqih Safinatul Najah dan Adab Sulukil Murid karya Al Imam Habib ‘Abdullah bin ‘Alwi Al Haddad.

Perlu diketahui bahwa Majlis Ta’lim Al-Yusrain adalah cikal bakal majlis habib muda yang pertama kali di Jakarta sebelum Majlis Ta’lim Nurul Musthofa, Majlis Rosulullah Saw dan Majlis lainya .

Beliau sempat pulang ke Palembang karena ibunda beliau sakit. Majelis beliau di Jakarta kemudian dipegang oleh Adiknya Habib Ahmad Kazim Al Kaff. Selama di Palembang beliau juga merintis 40 hari peringatan Maulid berkeliling kampung berpindah-pindah tempat.

Saat ini beliau telah menulis 5 buku manakib, diantaranya yakni Manakib Kiswah Habaib Palembang, Manakib Al Faqih Muqodddam, Manakib Al Habib ‘Alwi Al Ghuyur, Manakib Al Imam Habib ‘Abdurrohman Asseggaf (Al Faqih Muqoddam Tsani) dan Al Imam Habib Muhammad bin ‘Ali Mauladdawilah, Manakib Al Imam Habib ‘Abdullah Al ‘Aydrus dan Manakib Fakhrul Wujud Syeikh Abu Bakar bin Salim.

”Saya rasa ada kepentingan sejarah, karena diantara kalangan habaib dan para pencintanya perlu untuk mengenali mereka ini dan orang-orang yang belum mengenal, ujar beliau.” Buku-buku tersebut kini sudah banyak di edarkan bahkan sudah sampai ke Malaysia dan sedang dialih bahasakan dalam bahasa Inggris. Selain dalam lima buku, beliau juga sedang menyelesaikan novel tasawwuf dan buku-buku sejarah (manakib). Buku-buku manakib ini pun adalah yang pertama diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.


Responses

  1. shollu alannabi muhammad


Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: