Posted by: Syukron Tanzilah | December 23, 2012

DILANDA KERINDUAN

Assalamu’alaik Ya Rasulallah …. Assalamu’alaik Ya Nabiyyallah … Assalamu’alaik Ya Habiballah … Assalamu’alaik Ya Sayyidal Mursaliin … Assalamu’alaika Ya Khaatamannabiyyin ….


Karena kepribadiannya aku terpesona, Karena budinya aku jatuh cinta
Rinduku padanya tiada terkata, Nantikanlah aku ditaman surga
(Hijah, Dia Kekasih Allah)
_

Cuplikan syair tersebut membuat terhanyut, serasa ingin pada zaman Rasulullah dahulu. Sebagai seorang muslim, membuktikan keislaman adalah dengan  mengucapkan dua kalimat syahadat. Mengakui bahwa tiada Tuhan yg disembah melainkan Allah & mengakui bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Jika saat mengîsi biodata kita mencantumkan idola kita adalah Rasulullah saw, bagaimana menunjukkan rasa kasih sayang & cinta kepada Rasulullah saw? Rupanya tidak cukup dgn pengakuan lisan & coretan saudaraku..

DILANDA KERINDUANKetika Al Musthafa ada di hadapan

Kupandangi pesonanya dari ujung kaki hingga ujung kepala

Tahukah kalian apa yg terjelma?

Cinta!

`(Abu Bakar As-shiddiq)`

Ini adalah ungkapan Abu Bakar untuk mengungkapkan betapa cintanya kepada Rasulullah saw. Kecintaan memenuhi hatinya, membuatnya mampu berkorban untuk Rasuullah saw; wujud ketaataannya kepad Allah. Ketika menemani Rasulullah saw hijrah, kakinya disengat oleh hewan berbisa, dia tak berani bergerak karena takut mengganggu tidur Rasulullah saw. Dgn menahan rasa sakit, air matanya menetes ke wajah Rasulullah saw. Sampai akhirnya Rasulullah terbangun & kemudian meludahi bagian yg digigit sehingga hilang rasa sakitnya.

Rasulullah saw, yg ketika Allah akan mencabut ruh yg mulia dari jasadnya yg telah dipersembahkan untuk dien ini meminta kesenangan hati dari Jibril untuk mengetahui kabar umatnya kelak.

Taukah saudaraku apa jawaban Jibril?

“Aku beri engkau sebuah kabar akbar, Allah telah berfirman, “Sesungguhnya aku telah mengharamkan surga bagi semua Nabi, sebelum engkau memasukinya pertama kali, & Allah mengharamkan pula sekalian umat manusia sebelum pengikutmu yg terlebih dahulu masukinya” Jawaban yg amat menyenangkan Rasulullah saw, hingga wajahnya bercahaya seolah-olah rasa sakitnya telah hilang & ia merasa siap dicabut ruhnya oleh Izrail. Betapa besar cinta Rasulullah pada umatnya, hingga saat-saat terakhirnya di dunia yg diucapkan bibir manis kekasih Allah ini adalah ummatku …. ummatku ….

Itu adalah secuil penggalan kisah orang yg insya Allah sama-sama kita cintai yaitu Rasulullah saw, lantas bagaimana dgn kita? Hanya sebatas ucapan & tulisan sajakah kadar cinta padanya??? Jika saat ini kita tak punya kesempatan lagi bertemu Rasulullah saw atau bahkan membantunya dalam perjuangan, maka dgn apa kita membuktikan cinta padanya?

Saudaraku … Rasulullah saw telah pergi sejak lama, mememui kekasinya yg merindukannya. Meniggalkan untaian terakhir agar kita tidak pernah meninggalkan Al-Qur ‘an dalam kondisi apapun. Tapi cahaya yg ditinggalkannya hingga kini tak pernah redup, meski orang-orang kafir berusa merendupkan pesonanya. Rasulullah saw yg membuat Islam menggema ke seluruh dunia, yg paling menyantuni anak yatim, yg mengjarkan kita untuk lebih memperhatikan sesama. Rasulullah saw dg sabdanya yg agung bicara tentang surga yg indah sebagai hadiah bagi orang-orang yg mengerjakan kebaikan. Yg mengarjakan arti perjuangan sesungguhnya, dg untai” kata indah terlahir dari bibirnya yg mulia.

Saudaraku … Meski kita tak dapat lagi bertemu dgn Rasulullah saw, kita masih bisa melanjutkan perjuangan beliau. Berjuang agar cahaya Islam bersinar sampai ke sudut-sudut negeri ini. Membuktikan bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, bukan hanya bagi para pemuluknya saja tapi bagi alam & seluruh isinya. Berbagai kebaikan meski hanya sekedar menyingkirkan duri dari jalanan. Meski tak dapat meneladani beliau seratus persen, setidaknya kita tak lagi mengambil sosok lain sebagai idola dgn mengesampingkan Rasulullah. Karena tidak ada satupun manusia yg mampu menandingi kemulian akhlaknya & ketakwaannya kepada Allah.

Bersholawatlah kepadanya sebagai tanda cinta kita padanya.

26500_375305049194_5123356_nKukutip sebuah riwayat keutamaan mengucapkan sholawat. Pada sesuatu kesempatan, Rasulullah saw berkumpul dg para sahabatnya kemudian beliau bersabda, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil, & Izrail A.S. telah berkata kepadaku.”Keempat malaikat masing-masing mengungkapkan bantuan yg akan mereka berikan kepada orang yg sering mengucapkan shalawat.

Berkata Jibril A.S.: “Wahai Rasulullah, barangsiapa yg membaca sholawat kepadamu setiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya & akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar”.

Berkata pula Mikail A.S.: “Mereka yg bersolawat ke atasmu akan kuberikan mereka minum dari telagamu.”

Berkata pula Israfil A.S.: “Mereka bersholawat kepadamu, aku akan sujud kepada Allah & akan tidak mengakat kepalaku sehingga Allah mengampuni dosa orang itu.”

Malaikat Izrail A.S. pun berkata: “Bagi mereka yg bersholawat ke atasmu, aku akan cabut ruh mereka itu dg selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para Nabi.”

Orang terdekat kepada aku pada hari kiamat ialah yg terbanyak membanca sholawat kepadaku. {HR. At-Tirmidzi}.

Saudaraku, kenanglah Rasulullah dalam kerinduan yg dalam, dalam tiap langkah perjuangan kita di jalan Allah. Meski hanya dgn  ucapan sholawatmu yg tulus. Agar itu menjadi penawar hati dikala kekeringan ruhani menyapa. Tak terbayangkan bahagiannya ketika kita bertemu dengan orang yg kita sayangi, ketika ia berada didekatmu & menyapa dgn lembut serta memberikan senyumnya yg manis. Adakah yg bisa menggantikan keberuntungan ini ketika tangan Rasulullah saw yang mulia mengakat kita dari neraka dgn syafa’atnya? Adakah perasaan yang lebih indah dari perasaan ketika orang yg kau cintai dengan seluruh jiwa ragamu menyatakan bahwa ia juga mencintaimu?

Wahai kekasih Allah … terlalu besar cinta di tiap inci hati ini untuk diungkapkan. Terlalu indah rindu ini untuk kutuangkan. Semesta semua mencintaimu & aku berharap ditemani olehmu di surga kelak. Amin ….

“ALLAHUMMA SHALLI’ALLAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN NABIYYIL UMMIYYI WA ‘ALAA AALIHI WASHAHBIHI WASALLAM”.


Responses

  1. Subhanallah,,
    Ya Robbi sholli ‘ala Muhammad, Waftah minal khoiri kulla mughlaq


Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: