Posted by: Syukron Tanzilah | December 23, 2012

LAU KANA BAINANA ALHABIB (KALAU KEKASIH ADA DI ANTARA KITA)

Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seizin Allah SWT, tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita

322924_10150450327239195_1442527162_oBeliau datang dengan tersenyum dan wajah bersih berseri didepan pintu rumah kita. Apa yang akan kita lakukan? Mestinya kita akan merasa sangat berbahagia; memeluk beliau erat-erat, lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian tentunya kita akan memohon dengan sangat agar Rasulullah SAW sudi menginap beberapa hari dirumah kita.

Beliau tentu tersenyum

Namun, barangkali pula kita meminta Rasulullah SAW menunggu sebentar didepan pintu karena kita teringat CD dan play station yang ada diruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkannya ke dalam.

Beliau tentu tersenyum

Atau barangkali kita teringat pada gambar yang mengumbar aurat yang sengaja kita pajang diruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang dengan tergesa-gesa.

Beliau tentu tersenyum

Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada diruang samping dan kita letakkan diruang tamu. Beliau tentu tersenyum

Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW bersedia menginap dirumah kita? Barangkali kita akan teringat bahwa adik atau ponakan kita lebih hafal lagu ketimbang menghafal Shalawat kepada Rasulullah SAW

Barangkali kita menjadi malu karena adik kita atau ponakan kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW, karena kita lupa dan lalai mengajari mereka

Beliau tentu tersenyum

Barangkali kita menjadi malu karena adik atau ponakan kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah SAW dan Sahabat, namun hafal diluar kepala nama tokoh film kartun kesukaannya Barangkali kita terpaksa menyulap satu kamar menjadi ruang shalat Barangkali kita baru sadar bahwa para wanita dirumah kita tidak memiliki satupun pakaian yang pantas dipakai untuk berhadapan dengan Rasulullah SAW

Beliau tentu tersenyum

Belum lagi koleksi buku kita dan adik kita Belum lagi koleksi kaset kita dan adik kita Belum lagi koleksi poster dikamar kita dan adik kita Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita?

Beliau tentu tersenyum

Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga kita malah sibuk didepan televisi Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tak pernah menjalankan shalat sunnah Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tak bisa membaca Al Qur’an Barangkali kita menjadi malu karena kita tidak mengenal tetangga sebelah rumah kita

Beliau tentu tersenyum

Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah menanyakan nama tukang sampah yang setiap hari lewat didepan rumah kita

Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah menanyakan nama penjaga mesjid di kampung kita

Betapa senyum beliau masih ada disitu

Bayangkan apabila Rasulullah SAW, tiba-tiba muncul didepan pintu rumah kita

Apa yang akan kita lakukan? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap dirumah kita?  Ataukah akhirnya dengan berat hati kita akan menolak beliau berkunjung kerumah kita karena hal itu akan membuat kita repot dan malu? Maafkan kami Ya Rasulullah

Masihkah beliau tersenyum? Senyum pilu.. Senyum sedih.. Dan senyum getir.. Masya Allah.. Betapa memalukannya kehidupan kita saat ini dimata Rasulullah SAW

Apalagi kepada Yang mengutus beliau? Wallahu ‘alam.. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepada beliau, keluarga, sahabat dan umat yang rindu terhadap beliau

Aamiin

Salam bagimu, Ya Rasulullah…


Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: