Posted by: Syukron Tanzilah | January 15, 2013

INDAHNYA SUARA RASULULLAH

Dijelaskan di dalam Shahih Muslim, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan membaca al qur’an dan di saat itu iblis melihat pintu-pintu langit ditutup dan tidak bisa lagi ditembus oleh iblis dan syaitan, maka di saat itu iblis berkata : “apa yang telah terjadi di barat dan timur sehingga kita tidak bisa lagi menembus langit?!”, maka ketika mereka mencari di penjuru barat dan timur, mereka pun menemukan cahaya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang berdoa dan membaca Al-quran Al-karim, dan cahaya itu membuat para jin berdesakan untuk mendengarkan bacaan itu kemudian mereka BERIMAN.

indahnya suara rasulullahDan dijelaskan di dalam Kitab-kitab Tafsir, tafsir Ibn Katsir dan lainnya bahwa di saat itu ada beberapa raja jin yang diperintahkan oleh iblis untuk melihat apa yang terjadi, justru mereka beriman kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Para jin itu pun berdesakan ingin mendengarkan suara indah yang keluar dari jiwa yang suci dan khusyu’ yang merindukan Allah subhanahu wata’ala, jiwa yang dipenuhi dengan getaran iman.

Oleh sebab itu, (dalam riwayat yang tsiqah).ketika salah seorang sahabat yang sangat mencintai Rasulullah, baru masuk islam. Pada suatu hari setelah duduk bersama Rasulallah, ia keluar ke suatu tempat, melihat aurat seorang wanita dengan sengaja, maka ia merasa telah berbuat dosa yang sangat besar. dan ia pun menyendiri ke atas gunung dan tidak mau lagi melihat wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena dia merasa tidaklah pantas matanya melihat wajah beliau karena mata itu telah berbuat zina. 

Sehari, dua hari , tiga hari, Rasulullah dapat kabar dari Jibril alaihissalam. Rasul bertanya, ‘mana itu si Fulan? Tidak pernah hadir lagi shalat berjama’ah, tidak pernah lagi hadir di majelis?’. Dicari kerumahnya, keluarganya berkata ‘Ia naik ke atas bukit, konon mau bertaubat’

Sayyidina Abu Bakar Ashshidiq Radiyallohu’anhu diutus untuk melihatnya dan ternyata pemuda itu sedang menangis. Ditanya oleh Abu Bakar: ‘Kenapa engkau ini?’, pemuda itu menjawab, ‘aku punya dosa’. Sayyidiina Abu Bakar berkata lagi, ‘Ya sudah, sekarang menghadap kembali kepada Rasul shallallau’alayhi wasallam.’ Pemuda itu menjawab: ‘Aku tidak berani melihat wajah Rasulullah, mataku telah berbuat dosa, mataku ini tidak pantas lagi melihat wajah Rasulullah shallallahu’alayhi wasallam’. Abu Bakar Ashsidiq berkata: ‘Urusan adab dan malumu singkirkan dulu, kau diperintahkan oleh Rasulullah untuk datang’

maka ia pun datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan ketika itu Rasulullah sedang melakukan shalat maghrib, dan ketika ia mendengar bacaan Rasulullah dari kejauhan, ia pun terjatuh dan roboh karena tidak mampu mendengarkan lantunan suara indah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ia diberdirikan oleh sayyidina Abu Bakr As Shiddiq dan dibimbing untuk terus masuk ke shaf shalat. Selesai shalat ia hanya terdiam ditempatnya, orang satu persatu pergi dan pergi dan tinggallah ia sendiri.

Rasulullah shallallahu’alayhi wasallam berkata: ‘Mendekatlah engkau’
Pemuda itu menjawab, ‘baiklah Ya Rasulullah’. Sampai ia dekat dengan Rasul shallallahu’alayhi wasallam dan pahanya dekat dengan pahanya Rasulullah. Ia tidak berani mengangkat kepala untuk melihat wajah Nabi Muhammad shallallahu’alayhi wasallam.
“wahai Rasulullah, aku tidak mau lagi melihat wajahmu karena mataku sudah banyak berbuat dosa”,
maka Rasulullah berkata :”mohonlah ampunan kepada Allah”, maka ia berkata: “aku meyakini bahwa Allah Maha Pengampun, namun mata yang sudah banyak berbuat dosa ini tidak lagi pantas melihat wajahmu wahai Rasulullah”

Rasul berkata, ‘Angkatlah kepalamu, pandanglah aku’. Maka pemuda itu mengangkat kepalanya sedikit, air matanya mengalir dan ia menunduk menangis di pangkuan Sang Nabi shallallahu’alayhi wasallam yang mulia dan pemuda itupun wafat. Allah Ta’ala wafatkan pemuda itu di pangkuan Rasulullah shallallahu’alayhi wasallam.

Rasulullah menangis,, berkata Abu Bakar Ashshidiq, ‘Aku melihat air mata Rasulullah jatuh di atas kepala pemuda itu saat ia menciumi paha sang Nabi shallallahu’alayhi wasallam hingga wafat di pangkuan Rasul.’ Maka para sahabat berkata: ‘Kami ini berjihad siang dan malam tapi tidak kebagian wafat dipangkuan Rasulullah shallallahu’alayhi wasallam.’

Sowdaraqu, sungguh mata kita penuh dengan dosa dan kesalahan, namun Sang Maha Pengampun tidak berhenti mengampuni, sebagaimana hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa ada 7 golongan yang mendapatkan naungan Allah dimana ketika itu tidak ada naungan kecuali naungan Allah, diatara 7 kelompok itu adalah :

رَجُلٌ ذَكَرَ اللهُ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Rojulun dzakarollaahu fafaadlot ‘aynaahu

” Seseorang yang ketika berdzikir (mengingat Allah) maka mengalirlah air matanya”

www.majelisrasulullah.org


Responses

  1. izin share


Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: