Posted by: Syukron Tanzilah | January 23, 2013

Kisah Rasulullah dan Seorang A’rabi (Suku Arab dari Gunung)

Diriwayatkan, ketika sedang thawaf, Rasulullah SAW mendengar seorang A’rabi (suku Arab dari gunung) berkata dengan suara lantang, “Ya Kariim….!
Rasulullah SAW pun mengikutinya dari belakang dan berkata: ”Ya Karim”.
Lalu A’rabi itu berjalan menuju ke arah pancuran ka’bah serya berseru lagi dengan suara lebih lantang, “Ya Kariiim….!!!! Rasulullah SAW pun mengikutinya dari belakang, juga berseru,”Ya Karim”.

kisah rasulullah dan seorang a'rabiMerasa ada yang mengikutinya dari belakang, A’rabi tersebut lalu menengok ke belakang, seraya membentak, “Apa maksudmu mengikuti dan menirukan perkataanku?” Apakah engkau sengaja mengejekku, karena aku seorang A’rabi, seorang badui dari gunung? “Demi Allah jika bukan karena wajahmu yang bersinar dan parasmu yang indah, aku akan adukan hal ini kepada kekasihku Muhammad Rasulullah SAW….!”

Rasulullah SAW pun tersenyum indah mendengar gertakan A’rabi tersebut. Lalu Rasul SAW berkata dengan santun dan lemah lembut, “Wahai saudaraku, apakah engkau pernah melihat Rasulullah?
“Belum pernah sekalipun”
“Apakah engkau beriman kepadanya? ,Tanya Nabi lagi”
“Demi Allah, aku beriman kepadanya, walaupun aku belum pernah melihat wajahnya. Aku percaya dengan risalah yang di bawanya, walaupun aku belum pernah bertemu muka dengannya, “ujar si A’rabi tegas.
Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah, wahai saudaraku, sesunggunya aku adalah nabimu di dunia dan pemberi syafaat di akherat kelak”.

Begitu A’rabi tadi mengetahui bahwa yang dihadapannya adalah Rasulullah SAW, kontan ia menarik tangan beliau, lalu menciuminya berkali-kali. Walaupun Rasulullah SAW berusaha menarik tangannya, sang A’rabi tetap memegangnya erat-erat dan terus saja menciuminya. (telapak tangan Rasulullah SAW berdaging tebal, lebih lembut dari sutra yang paling halus, dan lebih dingin bagaikan salju serta harum lebih harum dari minyak wangi misk ,minyak wangi termahal di dunia)

Lalu dengan penuh tawaddu` (rendah hati) Rasul SAW menarik tangannya, seraya bersabda, “Perlahan-lahan wahai saudaraku.” Sesungguhnya aku diutus sebagai Nabi, bukan sebagai Raja. Aku diutus sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, aku bukanlah si Perkasa dan Penyombong.”

Seketika iu juga Malaikat Jibril AS turun dari langit dan bekata kepada Rasulullah SAW , “Allah mengucapkan salam kepadamu, dan menghusukan tahiyyat atasmu”.
Allah berfirman: “Katakanlah kepada A’rabi: “Janganlah merasa bangga dengan amal kebaikannya, sesungguhnya esok Kami akan menghisab amalnya yang kecil sebelum besar, bahkan hingga yang sekecil-kecilnya tidak akan diluputkan”

Lalu Rasulullah SAW menyampaikan pesan Allah tersebut kepada si A’rabi tadi. Setelah mendengar pesan dari Allah Si A’rabi bertanya: ”Apakah Allah akan menghisabku kelak, ya Rasulullah ?”
“Ya, betul. Dengan kehendak-Nya, Allah akan menghisabmu kelak, “jawab Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

“Jika Allah akan menghisabku esok, akupun akan menghisab-Nya kelak…!”
“Wahai saudaraku, bagaimana caramu akan menghisab Allah kelak?,Tanya Rasulullah SAW yang merasa heran dengan jawaban A’rabi.

“Ya , jika Allah akan menghisab atas dosa-dosa yang aku lakukan, akau akan menghisab ampunan-Ny, yang Maha Luas.
Jika Dia (Allah) akan menghisabku atas maksiat yang aku perbuat, aku akan menghisab maghfirah-Nya yang tidak terbatas, dan jika Dia (Allah) akan menghisabku atas kekikiranku, aku pun akan menghisab kemurahan-Nya yang tanpa batas..!,”ujar A’rabi penuh keyakinan.”

Mendengar kata-kata A’rabi itu, mengalirlah airmata Rasulullah SAW, beliau menagis tersedu-sedu, membuat jenggot beliau basah oleh airmata. Tangisannya membuat Malaikat Jibril As turun lagi dari langit. “Wahai Rasulullah, janganlah engkau menangis, karena sesungguhnya `Arsy Allah dan seisinya bergetar mendengar tangisanmu. Katakanlah kepada saudaramu, A’rabi itu, sesunggunya Allah tidak akan menghisabnya dan ia tidak usah menghisab-Nya. Katakanlah bahwa ia akan menjadi temanmu di surga nanti, “kata Jibril as”

Allahumma Sholli `ala sayyidina Muhammad wa`ala alihi wa shahbihi wasallim


Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: