Posted by: Syukron Tanzilah | February 18, 2013

Tanya Jawab Seputar Keluarga Ba’Alawi, oleh Habib Zain bin Ibrahim Bin Sumaith

 Keluarga Ba’Alawi menurut habib zain bin ibrahim bin sumaithTanya Jawab seputar Aqidah: bersama Habib Zain bin Ibrahim Bin Sumaith

Siapakah mereka, keluarga Ba’Alawi (dan bagaimana amaliah mereka da­lam beragama)?

Kaum terpandang keluarga Ba’Alawi adalah komunitas yang terdiri dari orang-orang pilihan keluarga Nabi. Mereka tinggal di Hadhramaut, Yaman, sejak akhir abad ketiga Hijriyyah.

Nasab mereka merujuk kepada Imam Alawi, putra Imam Ubaidillah, putra Imam Al-Muhajir Ilallah Ahmad, putra Imam Isa (Ar-Rumi), putra Imam Mu­ham­mad (An-Naqib), putra Imam Ali Al-Uraidhi, putra Imam Ja’far Ash-Shadiq, putra Imam Muhammad Al-Baqir, putra Imam Zainul Abidin Ali, putra Imam Husain As-Sibth, putra Sayyidina Imam Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib RA dan Sayyidatina Fathimah Az-Zahra RA binti Rasulullah SAW. Semoga Allah SWT meridhai mereka semua.

Kaum terpandang yang mulia itu adalah kaum terdidik, aktif, dan bijak. Aqidah yang mereka anut adalah Madz­hab Asy’ari, dan thariqah mereka – se­bagai penisbahan kepada kakek mereka – adalah Alawiyyah, yang mereka jaga secara turun-temurun dari leluhur me­reka dari generasi ke generasi di se­pan­jang masa.

Thariqah itu, yaitu Thariqah Alawiy­yah, adalah thariqah yang dibangun di atas dua dasar utama: lahiriyah, yang permulaannya adalah mengacu pada dasar-dasar agama dan bersungguh-sungguh dalam akhlaq dan amal, dan bathiniyah, yang akhirnya adalah totalitas murni dan kesaksian terhadap anugerah Allah, Yang Mahabesar lagi Mahatinggi.

Thariqah ini merujuk pada tiga hal, yang kesemuanya terhimpun dalam perkataan Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad RA:

Terapkanlah kitab Allah dengan istiqamah

dan ikutilah sunnah

Dan teladanilah para pendahulu

semoga engkau mendapat petunjuk dari Allah

Semoga Allah menganugerahkan kesempurnaan peneladanan kepada mereka, mewafatkan kita dalam agama mereka, dan menghimpun kita serta para kekasih kita bersama golongan mereka. Amin, ya Allah, amin.

(Rubrik Konsultasi Aqidah bersama Habib Zain bin Ibrahim Bin Sumaith ber­akhir pada edisi ini. Di bagian akhir buku karya beliau yang dijadikan sumber tulis­an pada rubrik ini, beliau menuliskan ca­tatan penutup sebagai berikut:)

Risalah ini telah selesai dikoreksi, dengan pertolongan Allah, Yang Maha­tinggi, dan dengan karunia-Nya yang agung, pada tahun 1428 dari Hijrah Kenabian (bersamaan dengan tahun 2007). Semoga shalawat dan salam yang paling utama dilimpahkan kepada Sang Nabi SAW.

Saya memohon kepada Allah, se­moga amal ini diterima-Nya, berguna, dan menjadikannya sebagai amal yang murni untuk menggapai ridha Allah, Yang Mahamulia, dan semoga Allah mengakhiri hidup kita dan orang-orang terkasih kita serta kaum muslimin de­ngan akhir yang baik, keabadian di ta­man-taman surga yang penuh dengan kenikmatan. Sesungguhnya Allah Maha­suci, Mahatinggi, Mahamulia, lagi Maha Penyayang di antara semua penyayang.

Shalawat dan salam kepada Sayyi­dina Muhammad, keluarga beliau, dan sahabat-sahabat beliau. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

sumber: Seribu Satu Jawaban Masalah-masalah Aqidah Islam


Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: