Posted by: Syukron Tanzilah | February 21, 2013

Habib Muhammad bin Ahmad Al-Habsy & Majelis Maulid ‘Dakwah Pemuda Islam’ (DPI) Malang

Malang Raya memang kaya dengan majelis dzikir dan majelis taklim. Salah satunya Majelis Maulid Dakwah Pemuda Islam atau biasa dikenal dengan DPI . Majelis yang juga ternyata diikuti kaum sepuh ini sudah 2 tahun hadir untuk warga Kota Malang, khususnya. 

Habib Muhammad bin Ahmad Al-Habsy

Majelis ini di asuh oleh habib muda kelahiran Makkah Almukarromah, Habib Muhammad Bin Ahmad Al-Habsy, untuk meneruskan perjuangan salah satu gurunya, Habib Taufiq bin ‘Abdul Qadir bin Husein Assegaf, da’i kondang dari kota santri, Pasuruan, Jawa Timur. Dakwah Pemuda Islam atau dikenal dengan DPI , beberapa tahun lalu , antara tahun 1997 atau tahun 1998 sudah pernah terbentuk, saat itu diasuh langsung oleh Habib Taufiq Assegaf dan jamaahnya cukup besar di Pasuruan khususnya. Kala itu, tahun 1996 sampai 1999, Habib Muhammad masih nyantri pada Habib Taufiq bersama sekitar 20 atau 25 santri yang lainnya.

“Alhamdulillah beliau (Habib Taufiq) memang luar biasa, waktu itu masih muda dan tokoh muda yang luar biasa sampai sekarang. Inisiatifnya, terus ghirrohnya (kecemburuan dalam agama) begitu besar,” kenang Habib Muhammad.

Jadi, ada orang yang punya ilmu yang tidak cemburu dengan agamanya, ada orang yang cemburu tapi tidak punya agama. Dari kecemburuan -kecemburuan agama yang membara seperti itu, Habib Taufiq berinisiatif mengumpulkan para santri termasuk Habib Muhammad sendiri untuk membentuk sebuah majelis maulid bagi anak-anak muda , maka lahirlah Majelis Dakwah Pemuda Islam. Habib Muhammad tahu persis sepak terjang dan awal terbentuknya serta perjalanannya dari waktu ke waktu. Mulailah majelis maulid ini melaksanakan kegiatan dakwah dari musholla ke musholla, dari masjid ke masjid sampai 1999.

Setelah cukup mendapat keberkahan ilmu dari Habib Taufiq, tepatnya tahun 1999, Habib Muhammad melanjutkan tholabul ilminya ke Hadromaut, nyantri kepada Habib Umar bin Hafidz. Selama ngaji di Hadromaut, terputuslah kabar mengenai perkembangan DPI, karena pada waktu itu, fasilitas telepon dan fax pun begitu mahal karena santri yang serba pas -pasan dalam bekalnya.

Setalah 6 tahun lamanya menimba ilmu kepada Habib Umar bin Hafidz, tepatnya tahun 2005, Habib Muhammad pulang ke Malang. Habib Muhammad langsung mencari kabar dari teman-temannya tentang DPI. Ia terkejut bukan main mendengar berita bahwa DPI yang di Pasuruan sudah tidak berjalan lagi karena beberapa sebab, di antaranya dimasuki orang-orang partai dengan menaruh umbul-umbul partai sebelum acara dimulai atau panggung belum terpasang. Alasan yang kuat menutup lainya ialah dilihat dari madhorotnya lebih besar daripada manfaatnya jika dilanjutkan majelis ini.

Habib Muhammad bin Ahmad Al-Habsy bersama Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf

Habib Muhammad bin Ahmad Al-Habsy bersama Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf

Dari pengalaman-pengalaman yang diperoleh selama mengikuti perkembangan DPI dan mendampingi Habib Taufiq dalam majelisnya itu, Habib Muhammad ingin menghidupkan kembali dakwah sang guru, khususnya di Kota Malang. Dengan nama yang sama dan tujuan yang sama yaitu menghidup-hidupkan majelis maulid dan menyebarkan ilmu yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Inisiatif yang mulia ini suatu ketika ditawarkan kepada santri- santrinya, dan disampaikan berkali-kali sebelum dimulainya majelis maulid ini. Kenapa demikian? Supaya jangan sampai ditinggalkan alias tidak istiqomah.

Maka pada tahun 2010 , Habib Muhammad memulai Dakwah Pemuda Islam ini dari musholla ke musholla di daerah Tanjung gang 3 dengan jamaah antara 5 sampai 7 orang kampung dan pengiring shalawat nabi dari santri- santri beliau.

Tidak terencana, suatu ketika, Habib Muhammad menghadiri suatu majelis di Kediri dan di sana ia bertemu dengan sang guru, Habib Taufiq di majelis haul tersebut. Maka , Habib Muhammad tidak menyia-nyiakan kesempatan yang tepat ini untuk mengutarakan keinginannya menghidupkan kembali Majelis Dakwah Pemuda Islam ini. Habib Taufiq merestui dan sanggup menjadi penasehat dalam majelisnya ini.

“Bagus, dan saya akan datang sebulan sekali, tolong ingatkan saya”, begitu ujar Habib Taufiq kepada Habib Muhammad yang menjadikan ghirroh (semangat) membangkitkan DPI kembali dengan ijin dan ridho dari sang guru.

habib muhammad alhabsyi bersama habib jindan dan habib ahmad jindan

Dalam berdakwah yang pada waktu masih serba kekurangan fasilitas, Habib Muhammad mempunyai keyakinan bahwa dalam berdakwah tidak harus menunggu fasilitas . Banyak para ulama, habaib kita yang mengatakan, ‘Alaina alharokah waminallohi albarokah, maksudnya pokoknya kita bergerak, berusaha, karena berkah itu tidak akan turun kecuali kita mau bergerak. Buktinya, banyak orang yang punya fasilitas, tapi tidak segera berdakwah. Perkataan diatas merupakan modal dan landasan utama habib dalam semangat dakwahnya dalam majelis maulid yang diasuhnya ini.

Alhamdulillah, berkah keikhlasan santri dalam membantu menghidupkan majelis ini, menjadikan buah keberkahan itu datang . Dan menjadi contoh dalam berdakwahnya ini, khodimul majelis meniru atau terinspirasi salah satu metode dakwah guru beliau yaitu Habib Alwi Alaydrus yaitu dengan membawa ceret (tempat minum sendiri) ketika mengajar, menyampaikan dakwah sendiri. Intinya beliau tidak mau membebani yang ditempati dan kalau bisa kita yang berkorban.

Ada cerita unik, suatu ketika ada takmir masjid yang kita datangi dan ada di sana orang yang berumur tua karena meragukan keberadaan DPI ia mengatakan, “Apa DPI ini, kok mirip namanya dengan nama-nama organisasi yang keras -keras?”. Dan dari nama seperti itu, orang jadi penasaran dan kenapa kok nggak ada islamiyahnya? Beliau menjawab “Ada, dakwah dan Islam itu kan dari bahasa Arab”. Dari namanya, DPI (Dakwah Pemuda Islam), dalam benak masyarakat , DPI ini hanya untuk para pemuda. Dan memang, tujuan utama awal didirikannya majelis ini untuk para pemuda dan fastabiqul khoirot (berlomba -lomba dalam kebaikan) . Kenapa ada kata “pemuda”?, diharapkan ini sebagai wadah pemuda Islam untuk menimba ilmu dan merasa memilikinya kalau pemuda punya mejelis yang mulia ini. Kalau orangtua taat itu wajar. Maka para ulama mengatakan, bahwa masa-masa muda itu adalah masa-masa futuriyah (berbahaya). Kalau diantara umur 15 sampai 39 ini kalau pemuda hidup dalam kebaikan, insyaallah selanjutnya baik terus. Tapi kalau masa -masa itu dalam kelalaian dan jauh dari Allah, maka selanjutnya akan mengikuti kebiasaannya.

Dalam Al-Qur’an disebutkan dalam surat al -Kahfi ayat ke 13 bahwa sesungguhnya pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhannya maka ditambahkan kepada mereka berupa petunjuk . Bahkan di dalam dakwahpun Nabi dikelilingi para pemuda, seperti dikatakan Nabi, Shaddaquuna asysyabaab wa kaddzabuuni asysyuyuukh. Maka, dakwah metode Nabi Muhammad SAW ini menjadi salah satu metode daripada majelis DPI ini, Majelis yang sangat mencintai para pemuda.

Dalam menjalankan ini, guru beliau, Habib Taufiq, sebagai penasehat majelis terus memberikan arahan. Diantara saran Beliau, jangan ceramah lepas tapi ceramah dengan membawa kitab dan tujuan yang disampaikan itu jelas arahnya ke mana. Maka, demi mewujudkan nasihat beliau ini, Habib menyampaikan ilmu Allah dalam majelis dengan menggunakan kitab Manhaj Assa’Adah. Kitab yang banyak mengandung kalam-kalam hikmah ulama-ulama nusantara ini, yang kemudian sedikit demi sedikit isi kandungannya diberi penjelasan yang terarah.

Mungkin ada pertanyaan di masyarakat , Kenapa mulai majelis ini dimulai setelah Maghrib? Ini untuk menjawab omongan- omongan orang yang mengatakan banyak majelis yang kemaleman, nah maka kita buat yang lebih awal mulainya. Nanti kita lihat, benar nggak mau mengikuti majelis maulid. Dan Alhamdulillah , DPI juga ada jadwal rutin 2 minggu sekali tepatnya Jumat berlokasikan di korwil DPI di daerah Jedong, Wagir.

Program dakwah lain selain berupa majelis maulidnya, di DPI juga mempunyai program lain berupa dakwah bil qolam atau dengan tulisan yaitu buletin DPI yang diterbitkan 2 minggu sekali. Jika ingin dihadiri Majelis Dakwah Pemuda Islam di tempat atau daerah pembaca setia Media Ummat berada, anda tinggal memberi tempat. Dan sebagai pengasuh Majelis Dakwah Pemuda, Habib Muhammad pun sangat menerima jika Nasehat pada dirinya pribadi serta pengurus -pengurusnya, dan segala kekurangan yang ada dalam majelis ini harapannya jangan hanya memberi saran dan kritik saja, akan tetapi me-mohon untuk dibantu dan dibenahi. Dan khodimul majelis juga tak lupa memohon doa dan restunya dengan majelis yang di-embannya ini.

Habib Muhammad bin Ahmad Al-Habsy

Profil DPI (Dakwah Pemuda Islam)

Assalammu’alaykum Warrahmatullahi Wabarokaatuh
Bismillahirrahmanirrahiim..
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamiin Was Sholaatu Wassalaamu ‘Alaa Sayyidil Mursaliin Sayyidinaa Wa Habibina Wa Qurrati A’ yuninaa Wa Nuuri Qulubinaa Muhammadin Imaami Rusuli Rabbil’aalamiin Wa ‘Alaa Aalihi Wa Shohbihi Ajma ’in Amma Ba’du

Adalah Dakwah Pemuda Islam yang didirikan pada Awal Tahun 2010, dimana Majelis ini merupakan Majelis Dzikir dan Sholawat kepada Rosulullah Shallallahu ‘ alaihi Wasallam, dengan pembacaan Kitab Sholawat Maulid Adh-Dhiyaul Lami’ Karya Guru Mulia Al-Alamah Al-Musnid Al-Hafidz Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. Disamping Itu Majelis ini juga di isi dengan Ta’lim yang di asuh oleh Khadimul Majelis, Al-Ustadz Al-Habib Muhammad bin Ahmad Al-Habsyi.

Majelis Dakwah Pemuda Islam atau yang disingkat dengan DPI ini, waktu pelaksanaan di mulai Ba ’dal Sholat Maghrib secara berjama’ah di Lokasi Majelis, yang mana tempat lokasinya berpindah-pindah dari Masjid ke Masjid, dari Musholla ke Musholla.

Adapun Tujuan dari Majelis Dakwah Pemuda Islam ini adalah semakin mendekatkan diri kepada ALLAH Subhannahu Wa Ta’ala dan lebih mengenalkan sosok Manusia yg paling agung, dan sebaik-baiknya contoh bagi ummatnya, yaitu Sayyidina Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam melalui pembacaan Syarah-syarahnya, agar dapat mengikuti tuntunan Syari’ at Islam yang Mulia.

Majelis ini terbuka untuk Masyarakat Umum, Muslimin dan Muslimat, baik Laki-laki Maupun Perempuan, Tua maupun Muda, namun harapannya adalah Pemuda-Pemudi.

Pondasi Utama dalam Majelis ini adalah:

  • Tholabul Ilmi / Menimba Ilmu Agama Islam.
  • Pembenahan Moral dan Akhlak melalui Muhasabbah dan Tazkiyatun Nafsi
  • Ad Da’wah Ila Allah, untuk menyampaikan Misi dan Visi mulia Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Majelis Dakwah Pemuda Islam ini pun juga memiliki Korwil (Anak Ranting) yang berbasis di wilayah Wagir, yang diadakan setiap 2 minggu sekali di hari Jum ’at malam Sabtu, Ba’dal Isya’.

Alhamdulillah dengan adanya Majelis ini , maka akan menambah semarak Kota Malang sebagai Kota yang senantiasa ber-Sholawat, serta dapat dijadikan manfa’at kelak di akherat, agar tercipta Insanul Muhammadiyy, Manusia-manusia pengikut Nabi Muhammad SAW.

Sumber: DPI (Dakwah Pemuda Islam) Malang


Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: