Posted by: Syukron Tanzilah | February 21, 2013

Jawaban Habibana Munzir Mengenai Bacaan Qunut pada Shalat Shubuh

Jawaban Habibana Munzir Mengenai Bacaan Qunut pada Shalat Shubuh

Berikhtilaf para Imam Madzhab mengenai pembacaan doa qunut, dan Imam Syafi’i berpendapat bahwa Qunut itu diwaktu setiap subuh. Imam Hanbali dan Imam Malik berpendapat Qunut adalah setiap waktu shalat. Namun satu hal, Tidak ada yang mengharamkan Qunut dibaca setiap subuh, bahkan para Mufassirin menjelaskan tak ada qunut kecuali saat shalat subuh, sebagaimana diriwayatkan pada tafsir Imam Attabari Juz 2 hal 566, dan ini merupakan Ijtihad para Imam yang mengeluarkan pendapat dengan beribu pertimbangan, dengan keluasan ilmu syariah yang mendalam, dan telah diakui pula oleh puluhan Imam dan ratusan Huffadhulhadits dan Muhadditsin setelah mereka, maka menyangkal dan mengharamkan hal ini adalah kesesatan yang nyata. (masyaAllah)

Mengenai Qunut, ini, memang terdapat Ikhtilaf pada 4 madzhab, masing masing mempunyai pendapat, sebagaimana Imam Syafii mengkhususkannya pada setelah ruku pada rakaat ke2  di shalat subuh, dan Imam Malik mengkhususkan nya pada sebelum ruku pada Rakaat kedua di shalat subuh (Ibanatul Ahkam fii Syarhi Bulughul~maram Bab I).

Tentunya kita  lebih mmegang pendapat Imam Syafi’i & Imam Malik dibanding pendapat mereka (yang menyangkal/menganggap salah Qunut). Siapa pula mereka ini?, sedangkan Imam Syafii dan Imam Malik adalah Muhaddits dan ALhafidh, syarat seorang Alhafidh adalah hafal 100 ribu hadits dengan sanad dan matannya, sedangkan SATU kalimat pendek hadits saja bila dengan hukum sanad dan matannya bisa menjadi dua halaman, lalu bagaimana dengan 100 ribu hadits dengan sanad matan? (subhanaAllah)

Ketahuilah bahwa Imam Ahmad bin Hanbal telah hafal 1 juta hadits dengan sanad dan matannya, sedangkan Imam Ahmad ini adalah murid Imam Syafii, dan Imam Syafii adalah murid Imam Malik.

Imam Syafii menulis seluruh fatwa dan catatan catatan nya hingga memenuhi kamarnya (entah berapa juta halaman), lalu berkata Imam syafii, “Sulit sekali aku, karena tak bisa bepergian kemana mana karena ilmuku semua terkumpul di kamar kerjaku, maka aku menghafal kesemuanya, lalu kubakar seluruh catatan itu, karena sudah kupindahkan ke kepalaku kesemuanya”.

Imam Malik telah menulis sebuah buku hadits yg dinamakan: Almuwatta’, yg artinya: “yg menginjak”, karena kitabnya itu mengungguli dan menengelamkan semua kitab para ulama Imam imam dan Muhadditsin lainnya di zamannya, semua terinjak/terkalahkan oleh kitab beliau.

Nah.. apalah artinya ucapan ucapan mereka itu dibanding Imam Imam besar yg mereka itu tak akan melupakan sebutir kesalahanpun dalam fatwanya, dan bila fatwanya ada kesalahan, niscaya sudah dilewati beribu ribu muhaddits dan Imam Imam yg menyangkalnya dizamannya.

(MasyaAlloh)


Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: