Posted by: Syukron Tanzilah | February 27, 2013

NABI YUSUF, (Nabi yang ketika masih kecil bermimpi melihat matahari,bulan,bintang-bintang bersujud kepadanya)

kisah NABI YUSUF, (Nabi yang ketika masih kecil bermimpi melihat matahari,bulan,bintang-bintang bersujud kepadanya)Sampailah kita dimalam yang diberkahi Allah swt ini dan kita terus mendalami hikmah-hikmah Illahiyah dengan tuntunan Alqur’an dan dengan apa-apa yang dibawa oleh Sang Nabi saw. Allah swt terus bersama hamba-hamba Nya sepanjang hamba-hamabaNya dalam kehidupan lantas wafat mereka berpindah ke alam barzakh,

Ada hambaNya yang masih dialam rahim, ada yang dialam dunia, semuanya Allah menjawab pada mereka: “wahuwama’akum…” Dia bersama kalian dimanapun kalian berada. Apakah di dunia, apakah di barzakh, apakah di alam rahim ataupun di alam arwah, Allah tetap bersama mereka, dan DEKAT,

inti undangan Illahi kepada jiwa kita. Allah mengundang sanubari kita untuk dekat kepadaNya dan untuk selalu bersamaNya karena Allah ta’ala telah berfirman:

“fadzkuruniy adzkurkum…”

Ingatlah Aku dan Aku akan ingat kepada kalian.

Lamaran-lamaran Illahi untuk jiwa yang memahami kemuliaan hidup, memahami hakekat kehidupan. Swdaraqu  yang dimuliakan Allah swt kita lihat bagaimana hamba-hamba Allah yang shaleh terdahulu yang selalu dituntun dan didalam pemeliharaan Allah swt, Allah menjelaskan didalam kejadian NABI YUSUF ‘Alaihishsholatu wassalam, seorang Nabi yang ketika masih kecil bermimpi melihat matahari dan bulan dan bintang-bintang bersujud kepadaNya.

Ia berkata menyampaikan dan mengabarkan kepada ayahnya, siapa ayahnya? Nabi Yakub as, siapa nabi Yakub?, Putranya Nabi Ishaq as, siapa Nabi Ishaq? Putra Nabi Ibrahim as. Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari Nabi Yusuf bin Ishaq bin Yaqub bin Ibrahim as.

Nabi Yaqub yang mendengar mimpi itu, paham mimpi ini adalah tanda kenabian, Maka ia berkata kepada putranya Yusuf:

“jangan kau ceritakan kepada saudara-saudara engkau , sungguh setan itu akan membuat permasalahan dan fitnah. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri cinta Nabi Yakub pada Yusuf jauh lebih besar daripada saudara-saudaranya, bukan karena membeda-bedakan atau pilih kasih, tentunya Nabi Yakub lebih memuliakan Nabi Yusuf karena ia Rasulullah, karena ia utusan Allah, mesti lebih dimuliakan dari yang lainnya.

Maka ini dilihat oleh saudara-saudaranya dan membangkitkan kedengkian. Mereka berkata cinta ayah kita hanya untuk Yusuf kita mesti menjauhkan Yusuf dari ayah kita supaya kita kebagian perhatian ayah. Maka dibawalah Yusuf dengan izin dan berat hati dari ayahnya untuk dibawa berburu lantas dibuang didalam sumur. Nabi Yusuf as menaruh kepercayaan kepada kakak-kakaknya ternyata yang dipercaya berkhianat. Maka Nabi Yusuf dijatuhkan didalam sumur dan dibawakan kepada ayahnya pakaian Yusuf yang digoresi darah kambing.

Ayahnya menangis, menagis dalam kesedihan karena kehilangan putra yang akan menjadi Rasul dan Nabi, barangkali firasat ayahnya tahu dalam penjagaan Allah tapi berat rasanya berpisah dengan anak yang sangat ia cintai. Dari dahsyatnya kesedihan Nabi Ya’kub karena kehilangan putranya ini, iapun menjadi buta…, karena terlalu banyak menangis.

Nabi Yusuf didatangi oleh kafilah yang ingin mengambil air, maka ketika wadah air diturunkan dan ditarik ke atas yang diangkat bukan air tapi anak yang sangat terang benderang. Maka berkata “masya Allah indah sekali anak ini” Nabi Yusuf ketika melihat itu gembira. Sungguhlah aku dapat orang yang baik yang menolongku, ternyata Nabi Yusuf dikecewakan lagi. Orang yang mengambilnya itu ternyata bukan orang yang berniat baik, orang yang mengambilnya ini justru seorang penjual budak, maka Nabi Yusuf dijual dipasar dengan harga murah. Maka Nabi Yusuf as dua kali dikecewakan oleh makhluk, ia pun dibeli oleh seorang kaya raya dan diberi tinggal didalam istananya lantas Nabi Yusuf pun mendapat fitnah dari istri orang kaya tersebut, sehingga orang kaya itu menjebloskannya kedalam penjara, Padahal terbukti Nabi Yusuf tidak bersalah, maka tiga kali Nabi Yusuf kecewa karena menaruh harapannya kepada makhluk.

Demikian Allah memberikan pendidikan dan pemeliharaan kepada Rasul Nya. Seorang Rasul tidak layak menaruh harapan kecuali kepada Allah, hingga ia telah kembali kepada Allah, harapannya selalu milik Allah, Lantas iapun keluar tidak lama dari penjara diangkat menjadi menteri keuangan, Dari seorang anak yang dibuang di sumur, lantas diangkat lalu dijual dengan harga murah sebagai budak, lalu masuk penjara, diakhirnya diangkat menjadi menteri keuangan.

Demikian Hebatnya pola kehidupan Nabi Yusuf as melewati samudera kehidupan, maka iapun mempunyai hak untuk membagi-bagikan sedekah dan zakat untuk masyarakat fuqara, Maka Nabi Yusuf melihat diantara orang-orang yang mengantri adalah kakak-kakaknya, Ini kakak-kakak ku dulu yang membuang aku disumur, Nabi Yusuf yang mengenali mereka dan mereka tidak mengenali Nabi Yusuf. Maka disaat itu Nabi Yusuf melihat ada seorang anak kecil…, oh ini pasti adikku. Karena memang teriwayatkan didalam Buku buku Tafsir namanya ‘Bunyamin as’, ia seorang Nabi, Nabi Yusuf berkata pada pengawalnya “taruhlah alat timbangan emas ini kekantong yang untuk adikku yang kecil itu Bunyamin as taruh didalamnya tanpa ada yang tahu”.

Setelah hal itu terjadi maka diumumkanlah alat penimbang yang terbuat dari emas hilang, semua mereka harus digeledah. Maka ketika digeledah ketemulah alat penimbang emas pada tempat Bunyamin, Maka menangis kakak-kakaknya meminta pengampunan kepada Nabi Yusuf, bebaskan adik kami ini ambil salah satu dari kami, jangan kau salahkan adik kami ini Bunyamin, Ayah kami sudah tua akan sedih kalau seandainya anak ini akan kalian bawa, Nabi Yusuf tetap berkeras anak ini adalah pencuri dan ia harus ditangkap dan bersama kami, kalian pulanglah pada ayah kalian.

Merekapun kembali kepada ayahnya dalam kesedihan seraya mengadu kepada ayahnya dan Nabi Ya’qub ditimpa musibah yang lebih besar karena ia mencintai Bunyamin yang juga akan menjadi Nabi yang juga tercabut darinya, Maka Nabi Ya’qub yang telah buta berkata kepada anak-anaknya “pergi kalian dari hadapanku jangan kembali terkecuali membawa Yusuf, Maka merekapun pergi dan berputus asa, mereka kembali kepada sang menteri keuangan.

“Wahai tuan kami tolonglah lepaskan adik kami karena ayah kami sudah dalam keadaan tua renta, sudah buta tidak bisa melihat karena sedih ditinggal salah satu anaknya sekarang kalian akan mengambil lagi anaknya maka ia akan dalam kesedihan”. Dan berkata Nabi Yusuf “tahukah kalian dosa kalian kepada adik kalian Yusuf….??”, maka mereka melihat wajah menteri ini teringatlah kepada Yusuf..!,

Mereka berkata “a’innaka anta Yusuf…???” apakah kau ini Yusuf….??

Nabi Yusuf berkata “ana Yusuf…” aku adalah Yusuf dan ini adalah adikku. Maka merekapun berpelukan dan memohon maaf kepada Nabi Yusuf as.

Maka Nabi Yusuf berkata “ini pakaianku, pergi kalian kepada ayah kita berikan pakainaku ini dan usapkan ke wajahnya, lantas bawa ayah dan ibu ke istana”. Ini hikayat saya sampaikan dari Surat Yusuf, maka merekapun kembali kepada Nabi Ya’qub as, Sampai dipintu maka Nabi Ya’qub “aku mencium baunya Nabi Yusuf…!” maka ketika diusapkan pakaian Yusuf kewajahnya maka iapun melihat kembali…, Demikian dijelaskan didalam Alqur’annul karim surat Yusuf. Maka merekapun datang bersama-sama menuju istana Nabi Yusuf dan mereka memberi salam penghormatan, ayah Yusuf yaitu Nabi Ya’qub dan ibunya dan juga adik dan kakak-kakaknya memberikan salam penghormatan kepada Nabi Yusuf,

Maka berkatalah Nabi Yusuf “wahai ayah ini ternyata makna dari mimpiku yang terdahulu, karena matahari dan bulan dan bintang-bintang memberi penghormatan kepadaku, Matahari adalah ayahnya bulan adalah ibunya dan bintang-bintang adalah saudara-saudaranya..

Demikian swdaraqu,, Allah swt melewatkan hari-hari permukaan bumi dengan hikmah-hikmah besar, Ribuan tahun yang silam akan tetapi dinukil didalam Alqur’an nulkarim menjadi bahan renungan bagi kita bahwa Allah swt tidak akan mengecewakan orang-orang yang berharap kepadaNya.

Swdaraqu, disaat kita dalam kegundahan atau dalam kesedihan, ingatlah suatu waktu saat kita sedang bersendiri didalam kubur kita, disaat itu kita tidak bisa menyebut nama Allah Allah, tidak lagi bisa bersujud, tidak lagi bisa lagi beribadah, maka serulah NamaNya dengan suara lirih, dengan kerinduan kehadiratnya,

Allahu a’lam bishawab

Sumber: Majelis Rasulullah Saw


Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: