Posted by: Syukron Tanzilah | March 2, 2013

Sekilas Profil Al-Ustadz Al-Habib Sholeh bin Ahmad Al-Aydrus (Pengasuh Majlis Taklim wad Dakwah Lil Ustadz Al Habib Sholeh bin Ahmad Al Aydrus)

Beliau adalah Ad Da’i ilallah Al Ustadz Al Habib Sholeh bin Ahmad bin Salim Alaydrus, salah seorang ulama kharismatik yang disegani di Malang. Al-Habib Sholeh bin Ahmad Al-Aydrus

Beliau lahir di Malang pada 21 Juli 1953. Pendidikan dasarnya diperoleh di Madrasah Ibtidaiyah At-Taraqqie, Malang, yang pada saat itu dikelola pamannya sendiri, Al Ustadz Al Habib Alwi bin Salim Al-Aydrus. Selesai dari Madrasah Ibtidaiyyah, beliau melanjutkan pendidikan Tsanawiyah di Ponpes Darul Hadits Al-Faqihiyyah Malang. Di pondok pesantren ini, beliau belajar dasar-dasar ilmu hadits langsung dari Al Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfagih yang di kemudian hari menjadi mertuanya.

Selepas dari Pondok Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyyah, sekitar tahun 1977, Al Habib Sholeh Bin Ahmad Al Aydrus mendapat tawaran beasiswa dari negeri Yordania dan Libya. Namun putra (alm.) Al Habib Ahmad Bin Salim Al Aydrus ini tidak menerima tawaran beasiswa tadi. Beliau justru memutuskan berangkat ke Makkah Al Mukarramah untuk berguru kepada As Sayyid Muhammad Bin Alawi Al Maliki Al Hasani.

Ihwal dipilihnya Makkah sebagai tempat tholabul ‘ilmi (menuntut ilmu) tidak terlepas dari isyarah dari Al Habib Sholeh Bin Muhsin Al Hamid (Tanggul) yang menyuruh Al Habib Sholeh pergi ke Makkah Al Mukarromah. “Tuntutlah ilmu ke Habibmu di Madinah Al Munawarrah,” kata Al Habib Sholeh Bin Muhsin Al Hamid kepada beliau yang masih ada ikatan keluarga. Yang dimaksud habib di sini adalah Rasulullah SAW.

Sehari setelah mendapat isyarah dari Al Habib Sholeh Bin Muhsin Al Hamid, beliau diberitahu pamannya bahwa dirinya sudah ditunggu oleh Abuya Al Maliki di Makkah. Akhirnya berangkatlah Al Habib Sholeh meninggalkan Indonesia untuk berguru kepada Al-Imam As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki. Begitu sampai di Makkah Al Habib Sholeh sangat senang karena bisa bertemu dengan Abuya As Sayyid Muhammad Al Maliki, salah satu ulama Ahlussunnah yang sangat dihormati.

Al-Habib Sholeh bin Ahmad Al-Aydrus bersama Habib Zain bin Smith

Al-Habib Sholeh bin Ahmad Al-Aydrus bersama Habib Zain bin Smith

Saat bertemu gurunya itu, Abuya Al Maliki berkata kepada Al Habib Sholeh, “Aku melihat pada diri kamu ada pancaran cahaya ilmu,”. Ungkapan Abuya Al Maliki ini merupakan isyarah bahwa Al Habib Sholeh dianggap mampu menerima ilmu yang akan diberikan oleh Abuya Al Maliki sekaligus menjadi penyeru ummat di kemudian hari. Sebab ada riwayat yang menyebutkan bahwa Abuya Al Maliki memiliki kemampuan membaca seseorang. Abuya Al Maliki hanya menerima murid baru berdasarkan isyarah yang beliau peroleh.

Karena tinggal di kediaman Abuya Al Maliki cukup lama, Al Habib Sholeh faham betul kepribadian agung Abuya Al Maliki. Bagi Al Habib Sholeh Abuya Al Maliki adalah guru yang sangat arif. Meskipun Abuya Al Maliki bermadzhab Maliki, kenyataannya Abuya Al Maliki juga faham Madzhab Syafi’i.

Istilah sekarang, Abuya Al Maliki sangat toleran dengan perbedaan. Selain itu, kalau ada murid yang baru datang ke Makkah, Abuya Al Maliki pasti mengajaknya ke makam Rasulullah di Masjid An Nabawi. Juga diajak ke Uhud sekaligus ditunjukkan tempat-tempat di mana Nabi duduk, dan di mana Nabi berdiri. Dengan metode ini, murid pun langsung paham.

Selama 5 tahun dalam gemblengan Abuya Al Maliki, Al Habib Sholeh sudah mengkhatamkan kurang lebih 100 kitab. Rupanya 5 tahun belajar di Abuya Al Maliki masih dianggap kurang oleh Al Habib Sholeh. Akhirnya AlHabib Sholeh menambah lagi masa belajar beliau meski beberapa sahabatnya ada yang sudah kembali ke tanah air untuk berdakwah.

Memantapkan Langkah Dakwah

Setelah menempuh pendidikan di Ribath Al Maliki selama sepuluh tahun, Al Habib Sholeh pulang ke Indonesia tahun 1988. Kemudian beliau menikah dengan putri Al Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfagih. Al Habib Sholeh kemudian mengabdikan ilmunya mengajar di Ponpes Darul Hadits Al Faqihiyyah.

Al Habib Sholeh diwasiati oleh Abuya Al Maliki untuk menjadi penerus dakwah Rasul. “Kuunuu waratsatan nabi shallahhu ‘alaihi wasallam,” pesan Abuya Al Maliki. Karena itu tidak heran jika pola pengajaran dari sang guru diamalkan betul oleh Al Habib Sholeh melalui model pengajaran yang simpel tapi tepat sasaran.

Saat ini, selain menjadi pengajar di Pondok Pesantren Darul Hadits Malang, beliau juga membuka majelis taklim di rumahnya, Jln. Bareng Kartini Gg. 1 No. 2, Malang yang bernama Majlis Taklim wad Dakwah Lil Ustadz Al Habib Sholeh bin Ahmad Al Aydrus. Aktivitas beliau memang banyak dicurahkan untuk mengajar. Pada bulan-bulan tertentu, beliau juga menyempatkan diri untuk berdakwah di berbagai daerah baik di nusantara maupun di luar negeri seperti di Malaysia, Singapura, dan Brunai Darussalam.

Adapun materi yang disampaikan dalam tiap taklimnya, Al-Habib Sholeh Al Aydrus merujuk kitab-kitab ulama salaf, seperti dalam bab fiqih Minhajut-Thalibin, karya Imam Nawawi, Al Muhadzdzab, karya Imam Asy-Syirazi, Minhajul Qawim, karya Imam Ibnu Hajar Al Haitami. Jam’ul Jawami’, karya Imam As Subki untuk ushul fiqihnya.

Sedang kitab hadits yang beliau ajarkan adalah Shahih Al Bukhari, Al Adzkar an-Nawawiyah. Untuk masalah tauhid, beliau mengajarkan kitab Jauhar at Tauhid. Adapun untuk masalah tasawuf, kitab yang beliau ajarkan ialah kitab Ihya’ Ulumiddin, kitab Bidayatul Hidayah, keduanya karya Imam Al Ghazali, kitab Ar-Risalatul Qusyairiyyah, karangan Imam Al Qusyairi, kitab dan An-Nashaih ad-Diniyyah dan beberapa kitab Al Imam Al Habib Abdullah Al-Haddad.

Al-Habib Sholeh bin Ahmad Al-Aydrus bersama Abuya Maliki

Al-Habib Sholeh bin Ahmad Al-Aydrus bersama Abuya Maliki

Pesan Abuya Al Maliki agar menjadi penerus nabi telah terbukti. Al Habib Sholeh telah menjadi tumpuan umat dalam masalah agama dan dakwah. Selain berdakwah lewat taklim, Al Habib Sholeh juga telah mengarang beberapa kitab yang dijadikan acuan dalam mengajar di banyak pondok pesantren. Lebih dari itu beberapa kitab karangan beliau juga dijadikan rujukan dalam belajar mengajar di beberapa negara seperti Makkah, Madinah, Mesir dan Yaman.

Kitab-kitab Susunan Al Habib Sholeh bin Ahmad Al-Aydrus:

Dalam Bab Hadits : Lafthul Intibahat Fiima Hadzaral Ulama Minat Ta’lifaat, Tuhfatul Akhyaar Fii takhriji maa fii an Nashaih Minal Akhbar, Faidhul ‘Allam Fii syarhi Arba’in Haditsan fis Salaam, Syarh At Targhiib Wat Tarhiib (dua juz)
Dalam Bab Fiqih: Assyaafiyah Fii Istilaahatil Fuqoha Asy Syafi’iyyah (dua juz), Is’aaful Muhtaj Fii Syarhil qiilaat Al Murojjahah Fiil Minhaaj, Irsyadul Haair ilaa ad’iyah wa aadabil Hajji Wal Musaafir Waz Zaair (Buku Panduan Adab dan Doa untuk Haji, Umrah dan Musafir)
Bab Tasawwuf: Al Mawaahibul Jaliyyah Fii Mukaatabaati Ahli Maqamatil Aliyyah, An Nashrul Faaih Fii Tartiibil Fawaatih
Bab Tsaqofah Islamiyyah: Al Faidhul Ilmiyyah Wal Fakahaatul Adabiyyah, I’laamul Bararah Bi Mabadi’ al ‘Asyarah, Fakkul Mughlaqat Fii bayanii al-Muradaat Mina Alqaab wa Asmaail Kutub al Muthlaqat.
Bab Tarikh: Minhaatul Ilaahil Ghaniy Fii Ba’dhi Manaaqibi Al Imam Alawy bin Abbas Al Maliki Al-Hasani, Lawaami’un Nur As Sani Fii Tarjamah Syaikhina Al Imam Muhammad bin Alwi Al Maliki Al- Hasani, Ghayatul Amani fi ba’dhi manaqibi Al Habib Al Imam As Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani.
Bab Sastra: Al Lughotul Arobiyyah Lughotul Qur’an, Al Injaaz Fii Amtsalat ahli Hijaaz, Nailul Arab Bii Muqaddimatil Khutab
Bab Nahwu : Alghaz An Nahwiyyah

Sumber: Madinatul Ilmi


Responses

  1. smoga Alloh memberi keberkahan umur beliau, dan kita sbagai murid beliau senantiasa diberi keistiqamahan dan kemanfaatan dalam menimba ilmu dari beliau …..🙂

  2. Bismillah… mugi2 pinaringan tambah cinta kepada Al habib Sholeh Al idrus

  3. Semoga Allah S.W.T. senantiasa melindungi beliau, memberikan umur yang barokhah untuk terus membimbing umat muslim dan Insyaallah tambah banyak umat muslim yang mengikuti jejak, mematuhi dan cinta beliau… Amiin Yarobbal Alamin..Semoga suatu saat saya bisa mengikuti pengajian beliau. Amiin3x..

  4. semoga allah swt memberikan
    kesehatan dan
    umur yg
    barokah kepada beliau,
    semoga kita bisa mengamalkanilmu yg telah di ajarkan beliau..
    Amiiin !!!

  5. Ass. Saya lutfi bin talib waktu saya masih sekolah sd disekitar alun alun malang, sekitar thn 1968/70 saya sering berjumpa beliau walau saya tidak kenal tapi saya tau beliau lain dari pada murid yg lain yg saya lihat pd wktu itu. Beliau sering mondar mandir dgn memakai sarung dan kopiah putih dgn kitab2 ditangannya, antara ponpes Darul Hadist malang ke daerah ade irma suryani /tongan yg juga tempat milik ponpes darul hadist beliau menjadi pbicaraan diantara kawan2 kami,antara lain bahwa beliau inilah contoh orang2 yg bakal jadi Ulama besar nantinya. Karena melihat pakaiannya yg islami cara jalan yg menunduk dan tak kenal lelah dalam belajar mungkin wkt itu beliau umur 14 atau 15 thn. Setelah saya pindah didaerah lain dalam kota malang juga, baru sekitar thn 2012 saya mendengar kabar bahwa beliau Ulama besar dan disegani karena sifat waroknya. Itulah sekelumit tenrang Habib sholeh al alydrus yg saya tahu. Memang dari kecil beliau sudah Alim dgn sifat2 yg saya lihat sendiri. Pantaslah beliau disebut Habib Allahu A’lam


Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: