Posted by: Syukron Tanzilah | May 10, 2013

Uktum Hawana (Ya Robba Makkah)

Di dalam qashidah “Uktum Hawana” karya Syekh Abubakar bin Salim, terdapat bait-bait berikut ini: “Simpanlah apa yang aku senangi, jika kamu mengharapkan ridhaku. Jangan sampai disebar-sebarkan rahasiaku kepada orang selain kami.”
Kami di sini yang dimaksud adalah para auliya’. Dan Syekh Abubakar bin Salim adalah pemimpinnya.
“Kamu harus tawadhu’ kepada kami kalau kamu ingin berhubungan dengan kami. Tinggalkan segala keinginan kamu kalau kamu ingin keinginanku.”
Jadi di hadapan auliya’ harus kosong, tidak ada kesombongan (kibr) sedikitpun, harus tawadhu’ Jangan ingin macam-macam, yang akhirnya kamu tak mendapatkan berkah. “Baghoina fulus, baghoina tajir, ingin uang banyak”. Jangan minta apa-apa! Nanti dia akan mengisi sebagaimana yang dia harapkan. Harapan kamu itu harapan remeh, sedangkan harapan dia untuk kamu adalah harapan yang besar. Jangan kamu berharap bagaimana kamu dapat uang banyak, rizkinya banyak, dll.
Kosongkan hati kamu, baru nanti akan diisi asrar oleh mereka. Kenapa? Harapan dia untuk diri kamu, yang diharapkan oleh auliya’, yang diinginkan auliya’ untuk diri kamu itu lebih besar dari apa yang diharapkan kamu untuk diri kamu. Jadi di hadapan mereka mestinya diam saja. Lebih baik kamu jadi tong kosong. Tong kosong tapi jangan nyaring bunyinya. Jadi perlu untuk farogh, perlu bersih hati, jangan berharap apa-apa. Saya ingin ini, ingin itu, tidak usah kepingin sudah. Buang itu kepingin, tapi katakan dalam hati kamu: “Saya ingin yang diingini oleh wali ini. Saya ingin apa yang diingini oleh orang ‘arif ini”, niscaya kamu akan sampai seperti mereka nanti.
(Dikutip dari Rouhah al-Habib Taufiq bin Abdulqadir Assegaf Pasuruan)
Berikut teks qosidah Uktum Hawana (Ya Robba Makkah) karya Al Imam Fakhrul Wujud Syeikh Abu Bakar bin Salim:

أکتم هوانا إن أردت رضانا ، واحذر تبيح بسرنا لسوانا

Uktum hawânâ in arodta ridlônâ, wahdzar tubîhu bisirrinâ lisiwânâ
Simpanlah kecintaanmu kepada kami jika kau menghendaki keridhoan kami, dan janganlah kau sebarkan rahasia kami kepada selain kita.

واخضع لنا إن کنت راجي وصلنا ، واترك مناك إن أردت منانا

Wakhdlo’ lanâ in kunta rôjiya washlinâ, watruk munâka in arodta munânâ
Tunduklah kepada kami bila kau ingin berjumpa kami, dan tinggalkan cita citamu, bila kau ingin mendapat cita cita kami.

أوما علمت بأننا أهل الوفا ، ومحبنا ما زال تحت لوانا

Awamâ ‘alimta bi-annanâ ahlul wafâ wa muhibbunâ mâ zâla tahta liwânâ
Tahukah kalian, bahwa sesungguhnya kami menepati janji? Dan para pencinta kami akan berada di bawah bendera kami.

نحن الکرام فمن أتانا قاصدا ، نال السعادة عندما يلقانا

Nahnul kirômu faman atânâ qôshidân, nâlas-sa’âdata ‘inda mâ yalqônâ
Kami adalah kelompok orang yang mulia, maka barang siapa datang kepada kami dengan tujuan yang benar, pasti kan peroleh kebahagiaan ketika berjumpa dengan kami.

هاموا بعشقتهم سگاری عندما ، کشف الحجاب وشاهدوا مغنانا

Hâmû bi’isyqotihim sukârô ‘inda mâ kusyifal hijâbu wa syâhadû maghnânâ
Mereka akan terpesona , dan mabuk dengan kerinduan ketika hijab telah tersingkap dan mereka melihat kekayaan kami.

فهم المراد ولا يراد سواهم ، فالقلب مشتغل بهم ولهانا

Fahumul murôdu walâ yurôdu siwâhumu fal qolbu musytaghilun bihim wal hânâ
Merekalah yang dikehendaki Allah, dan Allah tidak menghendaki selain mereka, maka semua hati akan sibuk dan bingung memikirkan mereka.

کرر لسمعی ذکرهم وحديثهم ، تعمل معی بحياتهم إحسانا

Kurrir lisam’î dzikro-hum wa hadîtsahum ta’mal ma’î bihayâtihim ihsânâ
Ulang ulangilah dalam menyebut mereka agar kau dapat beramal bersamaku, untuk berbuat baik kepada mereka dan mengenang kehidupan mereka.

يارب مکة والصفا بمحمد ، إغفرلنا ياسامعا لدعانا

Yâ robba Makkata wash-shofâ bi Muhammadin ighfir lanâ yâ sâmi’ân lidu’ânâ
Wahai Tuhan pemilik Mekkah dan bukit Shofa, berkat Nabi Muhammad, ampunilah kami, wahai Yang Mendengar doa doa kami.

ثم الصلاة علی النبی وآله ، ماحرکت ريح الصبا أغصانا

Tsummash-sholâtu ‘alân-nabî wa ãlihî mâ harrokat rîhush-shobâ aghshônâ
Kemudian berikanlah sholawat kepada Nabi dan keluarganya, selama angin berhembus dan menggoyangkan dahan dahan pepohonan.


Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: