Posted by: Syukron Tanzilah | January 5, 2014

Sholawat Ibrahimiyyah

Berikut ini adalah bacaan teks Sholawat Ibrahimiyyah:

اللهم صل علی سيدنا محمد وعلی ال سيدنا محمد
گما صليت علی سيدنا إبراهيم وعلی ال سيدنا إبراهيم
وبارك علی سيدنا محمد وعلی ال سيدنا محمد
گما بارکت علی سيدنا إبراهيم وعلی ال سيدنا إبراهيم
فی العالمين إنك حميد مجيد

Allâhumma sholli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli Sayyidinâ Muhammadin kamâ shollaita ‘alâ Sayyidinâ Ibrôhîma wa ‘alâ âli Sayyidinâ Ibrôhîma
Wa bârik ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli Sayyidinâ Muhammadin kamâ bârokta ‘alâ Sayyidinâ Ibrôhîma wa ‘alâ âli Sayyidinâ Ibrôhîma
Fîl ‘âlamîna innaka hamîdun majîd

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad saw, dan kepada keluarganya, sebagaimana Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrohim as. dan keluarganya. Berikanlah keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad saw, dan keluarganya, sebagaimana Engkau limpahkan berkah kepada Nabi Ibrohim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung di seluruh alam.

Inilah redaksi sholawat yang paling sempurna. Karena keshahihannya telah disepakati, kita membaca sholawat itu dalam sholat. Sholawat ini diriwayatkan oleh Imam Mâlik dalam al-Muwaththâ, al-Bukhari dan Muslim dalam Shahîh mereka, Abu Daud, al-Tirmidzi, dan al-Nasa’i. Al-Hafidh al-Iraqi dan al-Hafidh al-Sakhawi menggolongkannya ke dalam hadits muttafaq ‘alaih. Hal itu disebutkan dalam Dalâ-il al-Khayrât dan yang lain.

Syekh Ahmad al-Shâwî menyatakan bahwa Bukhari meriwayatkan sabda Nabi, “Aku akan memberikan syafa’at pada hari kiamat kepada seseorang yang membaca sholawat ini”. Status hadits hasan (baik) dan para perawinya termasuk perawi hadits sahih. Sebagian mereka menyatakan bahwa siapa yang membaca sholawat diatas sebanyak seribu kali membuat seseorang bisa melihat Nabi Saw.

Redaksi sholawat yang disebutkan dalam hadits itu tak disertai kata “Sayyidina”. Dalam Syarh al-Minhâj, Imam al-Syams al-Ramlî menyatakan bahwa lebih baik menggunakan kata “Sayyidina”. Sebagai ungkapan penghormatan. Penggunaan lafal sayyidina lebih baik daripada tidak. Dalam al-Jawhar al-Munazhzham Imâm Ahmad ibn Hajar menyebutkan bahwa boleh saja kita menambahkan kata “Sayyidina” sebelum kata Muhammad. Bahkan, penyebutan tersebut merupakan sikap sopan santun terhadap beliau, meskipun dalam sholat.

Keutamaan dan khasiatnya:
Imam Nawawi r.a. mengatakan bahwa sholawat Ibrôhîmiyyah adalah sholawat yang paling utama. Keutamaan dan khasiatnya:
-Dalam keadaan yang sangat menakutkan saat menghadapi musuh, bacalah sebanyak 7 kali setiap akan menghadapinya. Insyâ Allâh, perasaan takut akan sirna dan menjadi pemberani.
-Bila anda menginginkan kedudukan yang lebih tinggi, bacalah sholawat ini sebanyak 40 kali. Insyâ Allâh, apa yang diinginkan akan tercapai.

Sumber:
Afdhal ash-sholawat ‘alâ sayyid as-sadat, karya Syekh Yusuf ibn Ismail al-Nabhani
135 sholawat Nabi, Habib Syarief Muhammad Alaydrus


Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: