Posted by: Syukron Tanzilah | February 11, 2014

Ya A’azza Jawahiril ‘Uqud فی مولد الديبعی

Jika ditanyakan manakah yang lebih indah antara wajah Sayyidina Yusuf dan wajah Sayyidina Muhammad? di zaman Nabi Yusuf para wanita mengiris-iris jari mereka karena indahnya wajah Nabi Yusuf dan hal itu tidak terjadi di masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Berkata Al Imam Al Habib Muhammad bin Alawy Al Maliky di dalam kitabnya “Muhammad Al Insaan Al Kaamil“ bahwa diriwayatkan di dalam Atsar bahwa keindahan wajah Nabi Muhammad ditutup sembilan bagian, yang dibuka hanya satu bagian karena jika kesepuluh bagian tersebut dibuka, maka orang yang melihatnya tanpa terasa akan mengiris-iris jantungnya dikarenakan indahnya wajah Sayyidina Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Sayyidul Anbiyaa wal Mursalin.

Setelah menikah dengan Nabi Yusuf, sepanjang malam Zulaikha beribadah, Nabi Yusuf berkata: “Wahai istriku, dari dulu engkau sangat mencintaiku sehingga engkau memfitnah aku demi mendapatkanku, sekarang kau selalu beribadah sepanjang malam“, Zulaikha berkata: “Wahai suamiku Nabiyullah Yusuf, aku sepanjang siang dan malam merindukan cintamu, tetapi setelah kita menikah, Allah kenalkan aku pada cinta-Nya yang sangat dahsyat sehingga aku lupa dengan cintaku kepadamu wahai Yusuf, kini aku dipenuhi cinta dan rindu kepada Allah“ maka wafatlah Zulaikha dalam puncak cinta dan rindunya kepada Allah.

Apa yang membuatnya sampai pada hal itu? yaitu cintanya kepada Nabi Yusuf AS, cintanya kepada orang yang dicintai Allah. Maka cintailah orang-orang yang dicintai Allah, cintailah Sayyidina Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam..

۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰

ياأعز جواهر العقود ويا خلاصة إکسير سر الوجود،

Yâ a’azza jawâhiril ‘uqûdi wa yâ khulâshota iksîri sirril wujûdi
Wahai orang yang termulia laksana untaian mutiara dan emas murni rahasia yang ada.

مادحك قاصر ولو جاء ببذل المجهود،

Mâdihuka qôshirun walaw jâ-a bibadzlil majhûd
Orang yang memujimu merasa kekurangan walaupun dengan mengerahkan seluruh kekuatannya.

وواصفك عاجز عن حصر ما حويت من خصال الگرم والجود

Wa wâshifuka ‘âjizun ‘an hashri mâ hawaita min khishôlil karomi wal jûdi
Dan orang yang mensifatimu merasa tak berdaya melukiskan apa yang meliputi engkau dari tingkah laku yang mulia dan pemurah.

الگون إشارة وأنت المقصود

Alkawnu isyârotun wa antal maqshûdu
Alam semesta isyarat dan engkaulah yang menjadi tujuan,

يا أشرف من نال المقام المحمود

Yâ asyrofa man nâlal maqômal mahmûd
wahai orang termulia yang telah memperoleh kedudukan yang terpuji.

وجاءت رسل من قبلك لکنهم بالرفعة والعلا لك شهود

Wa jâ-at rusulun min qoblika lâkinnahum birrif’ati wal ‘ulâlaka syuhûdun
Dan telah datang para rasul sebelum engkau, tetapi mereka bersaksi atas kemuliaan dan keluhuran serta ketinggian derajatmu.

***
sumber: Ad-da’i ilallah Habibana Munzir al-Musawwa & kitab Maulid ad-Diba’i


Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: