Posted by: Syukron Tanzilah | January 7, 2015

Robi’ Aqbal ‘Alaina

Ada seorang sahabat Nabi Muhammad saw, Namanya Thufail ibni Amak’, dia dari suatu kampung yg sangat jauh, perbatasan Yaman dengan Mekkah, dia ingin melihat Nabi Muhammad saw, ketika bertemu nabi Muhammad saw dia jatuh cinta pada Nabi Muhammad saw. ketika bertemu Nabi Muhammad saw dia ceritakan pada Nabi Muhammad saw, “Ya Rasulullah aku berasal dari tempat yg sangat jauh, tidak kuat aku jalan siang hari karena panas”

Lalu Rasulullah saw berkata ” lalu apa maumu wahai Thufail?”, dia bilang “Ya Rasulullah ini tongkatku, tolong pegang tongkat ku ini. kalau sudah malam keluar cahaya agar aku bisa berjalan”
“baiklah” kata Rasulullah saw, dipegang tongkat itu oleh Nabi Muhammad saw, maka pulanglah Thufail ini menggunakan ontanya.

Di perjalanan ketika sampai waktu maghrib tongkatnya mengeluarkan cahaya terang benderang hingga terlihat jalanan yg dia lalui.. sampai subuh hilang cahayanya begitu seterusnya sampai ia tiba di kampungnya ia tancap tongkatnya di depan rumahnya, orang tanya sama dia,
“Dari mana wahai Thufail?”
“aku dari makkah”
“bagaimana? kau bertemu dgn orang yg kau bilang Nabi Akhir zaman?”
“bertemu”
“kau dikasih makan?”
“dikasih makan”
“kau dihormati?”
“sangat dihormati”
orangnya hitam atau putih? ”
“putih”
“pernah kau melihat wajah seperti dia”
“belum pernah”
“bahkan suaranya belum pernah aku mendengar suara sebagus itu, aku juga belum pernah mencium harum seharum itu orang ini”
lalu setelah Thufail bertemu dgn istri dan anak nya kemudian ia tidur, datang maghrib keluar cahaya terang benderang dari tongkat yang dia tancap di depan rumahnya tadi, datang orang sekampung berkumpul di depan rumahnya Thufail,
“Thufail dari mana cahaya ini? apakah kau sihir?”
“tidak, aku meminta dengan hormat kepada Rasulullah Nabi Muhammad bin Abdullah agar aku diberikan cahaya supaya aku bisa kembali ke kampung halaman karena aku berjalan di malam hari”
“Thufail kalau begitu mari kita bersama-sama kesana bertemu Nabi Muhammad saw”

Akhirnya satu kampung ke Makkah, “Ya Rasulullah aku membawa satu kampung mereka mau masuk islam ingin melihat wajahmu”
Lalu Nabi Muhammad saw keluar menemui mereka, semua yang ada disitu menyatakan,
“Benar Thufail benar, tidak pernah aku melihat wajah manusia seindah ini, tidak pernah kami mencium manusia yang seharum ini, kami yang tidak mandi berhari hari, bau nya badan kami hilang karena harumnya badan Nabi Muhammad saw menempel di baju kami,
Asyhadu an laa ilaahailallah wa Asyhadu anna Muhammaddar rasulullah”

هذه القصيدة ربيع أقبل علينا

۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰
Qosidah Robi’ Aqbal ‘Alaina Marhaban bir Robi’ (Robi’ul Awwal telah datang kepada kita, Selamat datang duhai musim bunga)

ربيع أقبل علينا مرحبا بالربيع

Robî’ aqbal ‘alainâ marhabân bir-robî’

ربيعنا ذکر من جاهه لدی الله وسيع

Robî’unâ dzikri man jâhuh ladâAllâhi wasî’

المصطفی الزين أکرم بل واول شفيع

Al-Mushthofâz-zain akrom bal wa awwal syafî’

فاسمع دعانا به يا ربنا ياسميع

Fasma’ du’ânâ bihi yâ Robbanâ yâ samî’

ورقنا به إلی اعلی المقام الرفيع

Wa roqinâ bih ilâ a’lâl maqômir-rofî’

نحل به ربى حصنك القوي المنيع

Nahul bihi robbî hushnakal qowiyyil manî’

يا سيد الرسل ذا الحسن الزهي البديع

Yâ sayyidar-rusli dzâl husniz-zahiyyil badî’

بك التوسل إلى المولی العلي السريع

Bikat-tawasul ilâl mawlâl ‘aliyyis-sarî’

يا رب نظرة تعم أمة حبيب الجميع

Yâ Robbi nadhroh ta’umm âmmah habîbil jamî’

أصلح لهم شأنهم واحوالهم ياسميع

Ashlih lahum sya,nahum wâhwâlahum yâ samî’

بجاه طه ومن قد حل أرض البقيع

Bi jâhi Thôha wa man qod halla ardlol baqî’

خصوص نور السرائر والدوا للوجيع

Khushûshi nûrus-sarô-ir wad-dawâ lil wajî’

البضعة الطاهرة ذات المقام الرفيع

Al-bidl’atuth-thôhiroh dzâtal maqômir-rofî’

و کل عامل بشرعك مستقيم مطيع

Wa kullu ‘âmil bisyar’ika mustaqîm mathî’

عجل بگشف البلا وکل امر شنيع

‘Ajil bikasyfil balâ wa kullu amrin syanî’

بهم بهم رب عجل بالإجابه سريع

Bihim bihim robbi ‘ajil bil ijâbah sarî’

***

Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan

  • teks qosidah diatas adalah karangan al-Habib Umar bin Hafidz, adapun tausiyah nya adalah kutipan tausiyah Abuya al-Habib Abu Bakar bin Hasan Al-Attas,
  • Sumber: Ust. Jeje Nurjaman

Download PDF : 145. Robii’ Aqbal ‘Alaina


Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: