Posted by: Syukron Tanzilah | October 11, 2016

Alhamdulillahilladzii Syarrofal Anama (Maulid Syaroful Anam Bagian 1)

اللهم صل وسلم وبارك عليه

Allâhumma sholli Wa sallim Wa bârik ‘alaih
Ya Allah limpahkanlah sholawat dan salam keberkahan atas nya..

بسم الله الرحمن الرحيم

Bismillâhirrohmânir-rohîm
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang

الحمد لله الذي شرف الأنام بصاحب المقام الأعلى

Alhamdulillâhilladzî syarrrofal anâma bishôhibil maqômil-a’lã
Segala Puji hanya bagi Allah, yang telah memuliakan seluruh makhluk dengan día (Saw) yang memiliki kedudukan tertinggi ini

و گمل السعود بأكرم مولود حوى شرفا وفضلا

Wa kammalas-su’ûda bi akromi mawlûdin hawâ syarofan Wa fadl-lan
Yang menyempurnakan kebahagiaan dengan semulia mulia nya kelahiran, yang menghimpun kemuliaan dan keutamaan,

و شرف به الأبآء والجدود و ملأ الوجود بجوده عدلا

Wa syarrofa bihil âbã-a wal judûda Wa mala-al wujûda bijûdihî ‘ad-lân
yang telah memuliakan, dengannya… ayah-ayah dan kakek-kakek nya, yang telah memenuhkan, secara serasi, segala sesuatu, dengan kemuliaannya

Read More…

Posted by: Syukron Tanzilah | September 4, 2016

Qosidah Man Ana

Malam selasa kemarin (19 September 2011) sesuatu yang amat bener-benar hadiah buat anak kecil. Sehabis ba’da majelis di al Munawar, saat pendosa ini memegangi tambang di depan al Munawar ba’da majelis, semua jamaah menanti habibana Munzier lewat di depan gerbang.
Ada seorang anak kecil yang ingin melambaikan tangan, maka saya izinkan ia agak ke depan. Maka anak kecil itu ke depan dan saat habibana lewat anak itu melambaikan tangan. Dari kejauhan habibana sudah melihat anak kecil itu dan tersenyum kepada anak kecil itu, seakan memberikan sambutan untuk anak kecil itu, sepertinya habibana mengucapkan, “MARHABAAN!” sambil tersenyum. Perkataan memang tak terdengar, tapi saya memperhatikan mulut beliau mengucapkan itu.
Setelah habibana lewat, anak kecil itu berkata kepada saya,
“Ingin sekali Bang cium tangan habib!”
Lalu saya berkata, “Cukup dari jauh habibana sudah tau!”
Kemudian ibunya bilang kepada saya, “Abang crew?”
Saya menjawab, “Bukan Bu, saya hanya bantu majelis.”
“Makasih ya Bang sudah memperbolehkan anak saya agak maju tadi.” berkata ibu itu kepada saya, “anak saya sampai sakit rindu
terhadap beliau Bang dan hari ini seharusnya dia ke rumah sakit tapi nangis ingin ke majelis…”

Masya Allah..

هذه القصيدة من أنا
*************************
Qosidah Man Ana, Qosidah Al-Imam Umar Muhdhor Bin Abdurrahman Assegaf

من أنا من أنا لولاكم ، كيف ما حبكم كيف ما أهواكم

Man ana man ana laulaakum , kaifa maa hubbukum kaifa maa ahwaakum
Siapa gerangan diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian ( guru ), Read More…

Posted by: Syukron Tanzilah | February 7, 2016

Ya Rosulallah Ya Ahlal Wafa

Nabi Muhammad adalah manusia pertama yang diciptakan secara maknawi. Nabi terakhir yang diutus ke alam duniawi. Belaian tangannya menentramkan gundah anak-anak yatim.
Kemurahan hatinya menyalakan obor kehidupan janda-janda yang miskin.

Beliau begitu dicintai penghuni langit dan bumi, hingga potongan rambut dan air ludahnya yang harum pun tak pernah sampai menyentuh bumi, karena diperebutkan sahabat-sahabatnya.

Kehadiran Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam di bumi adalah anugerah yang membuat butiran-butiran pasir dan debu gurun menjadi laksana mutiara.
Jejak langkah nya menyejukkan padang tandus, menjadi laksana taman surga yang membangkitkan rindu untuk selalu mengunjungi.
Pengetahuan yang diajarkannya terus menerus mengalirkan hikmah dan kearifan, laksana Zam-zam, yang tak pernah kering sepanjang zaman..

Maka para pecintanya berupaya menelisik sirah kehidupannya, mengeluk-elukan dirinya dalam bait-bait pujian. Lautan tinta yang ditorehkan diatas jutaan lembaran pelepah kurma, daun lontar, batu genting, hingga kertas, sepanjang zaman seakan tak cukup untuk menulis keindahan pekertinya.
Tetabuhan rebana mengiringi lantunan-lantunan bait-bait pujian atas sang makhluq utama ini, menjadi penghibur bagi hati yang dipenuhi kerinduan kepada Muhammad..

هذه القصيدة يا رسول الله يا أهل الوفا
*******************************
Qosidah Ya Rosulallah Ya Ahlal Wafa, Qosidah yang sangat indah ini biasa dilantunkan di Majelis Rasulullah Saw

الله الله ، الله الله ربنا
الله الله ، الله الله حسبنا
الله الله ، الله الله سیدنا

رب واجمع ، الله یا مولا
رب واجمع بالمشفع شملنا

*****

یا رسور الله یا اهل الوفا
یا عظیم الخلق یا بحر الصفا

Yaa Rosuulallaahi yaa ahlal wafaa
Yaa ‘adhiimal khulqi yaa bahrosh-shofaa
Read More…

Posted by: Syukron Tanzilah | January 5, 2016

Qomarun Sidnan Nabi

Insan tersayang membuat iri bulan purnama setiap kali memandangi indah wajahnya, akal dan pikiran dalam kebingungan bila ingin menggambarkan makna hakikatnya…

Sungguh sempurna sifat-sifat keluhurannya..
andaikan ia menghadiahkan sinar bagi bulan purnama, pasti tak ‘kan ia tertutup oleh gerhana.. betapapun banyak cara dilakukan orang mencoba menguraikan sifat keluhurannya, namun sampai zaman berakhir tak ‘kan mungkin mereka meliputi semuanya….

هذه القصيدة قمر سدنا النبی
Qoshidah Qomarun
******************************

و أجمل منك لم تر قط عين

Wa ajmalu minka lam taro qoththu ‘ain
Mata ini sekalipun tidak pernah melihat yang lebih indah darimu (Ya Rasulullah)

و أطيب منك لم تلد النساء

Wa athyabu minka lam talidin-nisâ-u
Dan sosok tubuh yang lebih baik darimu tidak pernah dilahirkan oleh para wanita

خلقت مبرءا من کل عيب

Khuliqta mubarro-an min kulli ‘aibin
Engkau Yâ Rasulullah diciptakan suci daripada aib dan cela

گأنك قد خلقت گما تشاء

Ka annaka qod khuliqota kamâ tasyâ-u
Seolah olah engkau diciptakan sebagaimana cara yang engkau kehendaki

¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤

قمر قمر

Qomarun qomarun
Laksana bulan..

قمر سدنا النبی قمر

Qomarun Sidnan-Nabî Qomarun
Laksana bulan, Penghulu kami Nabi Muhammad saw.. laksana bulan.. Read More…

Jangan pernah ada kata cukup untuk ilmu. Penat dan berat yang dialami adalah bagian dari kemuliaan menuntut ilmu

image

Tahun 1989 adalah tahun yang sangat berat dirasakan Habib Alwi Al-Habsy. Ayah, yang baru dikenalnya selama Sembilan tahun, meninggalkan dia dan empat orang saudara untuk selama-lamanya. Umminya, syarifah Qamar binti Abdul Qadir Al-Habsy, kemudian membesarkan Habib Alwi kecil dan saudara-saudaranya. Setahun setelah wafatnya sang abah, ia dan kakak sulung, Habib Abu Bakar, dengan seizin anggota keluarga, pergi ke Lawang, Malang, Jawa Timur, demi menuntut ilmu. Hingar binger Kebayoran Lama, Jakarta, tempat mereka dilahirkan, seolah tidak dihiraukan lagi. Padahal, anak seusianya lebih memilih tinggal bersama keluarga di kota yang nyaman dan lengkap dengan berbagai fasilitas.

Di Lawang, Alwi kecil tentunya harus berjauhan dari orang-orang yang dicintainya, dan itu sangat menguji kesabarannya. Tahun demi tahun dilalui Alwi kecil hingga dikemudian hari ia memetik buah ketabahan dan kesabran itu, yakni cucuran rahmat Allah Ta’ala yang amat disyukurinya dalam kehidupannya sekarang.

Habib Alwi bin Abdurrahman bin Abdullah Al-Habsy telah mengecap buah kesabarannya menghadapi pahit getirnya menimba ilmu di waktu kecil dulu. Senada dengan kisah hidupnya, dalam diwan-nya, imam Syafi’I rahimahullah berkata, “Man lam yadzuq murrat ta’allumi sa’atan, tajarra’a dzullal jahli thula hayathi (Siapa yang tidak merasakan sekejap pahitnya menuntut ilmu, akan meneguk hinanya kebodohan sepanjang hidupnya).” Read More…

Posted by: Syukron Tanzilah | April 13, 2015

Ashsholatu ‘Alal Mudhollal

Al Imam Alhafidh Syeikh Abdurrahman Addiba’I mengumpulkan ciri ciri sang Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam: “Beliau saw itu selalu dipayungi oleh awan dan diikuti oleh kabut tipis, hidung beliau saw lurus dan indah, Bibirnya bagaikan huruf Miim (kiasan bahwa bibir beliau tak terlalu lebar tak pula sempit dan sangat indah),
Kedua alisnya bagaikan huruf Nuun, (kiasan bahwa alis beliau itu tebal dan sangat hitam dan bersambung antara kiri dan kanannya)”.
Dari Abi Jahiifah ra: “Para sahabat berebutan mengambil telapak tangan beliau dan mengusapkannya di wajah mereka, ketika kutaruh telapak tangan beliau saw diwajahku ternyata telapak tangan beliau saw lebih sejuk dari es dan lebih wangi dari misik”

Allahumma sholli wa sallim wa baarik ‘alaih…

هذه القصيدة الصلاة علی المظلل
۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰
Qosidah Ashsholatu ‘Alal Mudhollal

الصلاة علی المظلل بالغمامة
Ashsholâtu ‘alâl mudhollal bil ghomâmah Read More…

« Newer Posts - Older Posts »

Categories