Posted by: Syukron Tanzilah | February 7, 2016

Ya Rosulallah Ya Ahlal Wafa

Nabi Muhammad adalah manusia pertama yang diciptakan secara maknawi. Nabi terakhir yang diutus ke alam duniawi. Belaian tangannya menentramkan gundah anak-anak yatim.
Kemurahan hatinya menyalakan obor kehidupan janda-janda yang miskin.

Beliau begitu dicintai penghuni langit dan bumi, hingga potongan rambut dan air ludahnya yang harum pun tak pernah sampai menyentuh bumi, karena diperebutkan sahabat-sahabatnya.

Kehadiran Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam di bumi adalah anugerah yang membuat butiran-butiran pasir dan debu gurun menjadi laksana mutiara.
Jejak langkah nya menyejukkan padang tandus, menjadi laksana taman surga yang membangkitkan rindu untuk selalu mengunjungi.
Pengetahuan yang diajarkannya terus menerus mengalirkan hikmah dan kearifan, laksana Zam-zam, yang tak pernah kering sepanjang zaman..

Maka para pecintanya berupaya menelisik sirah kehidupannya, mengeluk-elukan dirinya dalam bait-bait pujian. Lautan tinta yang ditorehkan diatas jutaan lembaran pelepah kurma, daun lontar, batu genting, hingga kertas, sepanjang zaman seakan tak cukup untuk menulis keindahan pekertinya.
Tetabuhan rebana mengiringi lantunan-lantunan bait-bait pujian atas sang makhluq utama ini, menjadi penghibur bagi hati yang dipenuhi kerinduan kepada Muhammad..

هذه القصيدة يا رسول الله يا أهل الوفا
*******************************
Qosidah Ya Rosulallah Ya Ahlal Wafa, Qosidah yang sangat indah ini biasa dilantunkan di Majelis Rasulullah Saw

الله الله ، الله الله ربنا
الله الله ، الله الله حسبنا
الله الله ، الله الله سیدنا

رب واجمع ، الله یا مولا
رب واجمع بالمشفع شملنا

*****

یا رسور الله یا اهل الوفا
یا عظیم الخلق یا بحر الصفا

Yaa Rosuulallaahi yaa ahlal wafaa
Yaa ‘adhiimal khulqi yaa bahrosh-shofaa
Read More…

Posted by: Syukron Tanzilah | January 5, 2016

Qomarun Sidnan Nabi

Insan tersayang membuat iri bulan purnama setiap kali memandangi indah wajahnya, akal dan pikiran dalam kebingungan bila ingin menggambarkan makna hakikatnya…

Sungguh sempurna sifat-sifat keluhurannya..
andaikan ia menghadiahkan sinar bagi bulan purnama, pasti tak ‘kan ia tertutup oleh gerhana.. betapapun banyak cara dilakukan orang mencoba menguraikan sifat keluhurannya, namun sampai zaman berakhir tak ‘kan mungkin mereka meliputi semuanya….

هذه القصيدة قمر سدنا النبی
Qoshidah Qomarun
******************************

و أجمل منك لم تر قط عين

Wa ajmalu minka lam taro qoththu ‘ain
Mata ini sekalipun tidak pernah melihat yang lebih indah darimu (Ya Rasulullah)

و أطيب منك لم تلد النساء

Wa athyabu minka lam talidin-nisâ-u
Dan sosok tubuh yang lebih baik darimu tidak pernah dilahirkan oleh para wanita

خلقت مبرءا من کل عيب

Khuliqta mubarro-an min kulli ‘aibin
Engkau Yâ Rasulullah diciptakan suci daripada aib dan cela

گأنك قد خلقت گما تشاء

Ka annaka qod khuliqota kamâ tasyâ-u
Seolah olah engkau diciptakan sebagaimana cara yang engkau kehendaki

¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤

قمر قمر

Qomarun qomarun
Laksana bulan..

قمر سدنا النبی قمر

Qomarun Sidnan-Nabî Qomarun
Laksana bulan, Penghulu kami Nabi Muhammad saw.. laksana bulan.. Read More…

Jangan pernah ada kata cukup untuk ilmu. Penat dan berat yang dialami adalah bagian dari kemuliaan menuntut ilmu

image

Tahun 1989 adalah tahun yang sangat berat dirasakan Habib Alwi Al-Habsy. Ayah, yang baru dikenalnya selama Sembilan tahun, meninggalkan dia dan empat orang saudara untuk selama-lamanya. Umminya, syarifah Qamar binti Abdul Qadir Al-Habsy, kemudian membesarkan Habib Alwi kecil dan saudara-saudaranya. Setahun setelah wafatnya sang abah, ia dan kakak sulung, Habib Abu Bakar, dengan seizin anggota keluarga, pergi ke Lawang, Malang, Jawa Timur, demi menuntut ilmu. Hingar binger Kebayoran Lama, Jakarta, tempat mereka dilahirkan, seolah tidak dihiraukan lagi. Padahal, anak seusianya lebih memilih tinggal bersama keluarga di kota yang nyaman dan lengkap dengan berbagai fasilitas.

Di Lawang, Alwi kecil tentunya harus berjauhan dari orang-orang yang dicintainya, dan itu sangat menguji kesabarannya. Tahun demi tahun dilalui Alwi kecil hingga dikemudian hari ia memetik buah ketabahan dan kesabran itu, yakni cucuran rahmat Allah Ta’ala yang amat disyukurinya dalam kehidupannya sekarang.

Habib Alwi bin Abdurrahman bin Abdullah Al-Habsy telah mengecap buah kesabarannya menghadapi pahit getirnya menimba ilmu di waktu kecil dulu. Senada dengan kisah hidupnya, dalam diwan-nya, imam Syafi’I rahimahullah berkata, “Man lam yadzuq murrat ta’allumi sa’atan, tajarra’a dzullal jahli thula hayathi (Siapa yang tidak merasakan sekejap pahitnya menuntut ilmu, akan meneguk hinanya kebodohan sepanjang hidupnya).” Read More…

Posted by: Syukron Tanzilah | April 13, 2015

Ashsholatu ‘Alal Mudhollal

Al Imam Alhafidh Syeikh Abdurrahman Addiba’I mengumpulkan ciri ciri sang Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam: “Beliau saw itu selalu dipayungi oleh awan dan diikuti oleh kabut tipis, hidung beliau saw lurus dan indah, Bibirnya bagaikan huruf Miim (kiasan bahwa bibir beliau tak terlalu lebar tak pula sempit dan sangat indah),
Kedua alisnya bagaikan huruf Nuun, (kiasan bahwa alis beliau itu tebal dan sangat hitam dan bersambung antara kiri dan kanannya)”.
Dari Abi Jahiifah ra: “Para sahabat berebutan mengambil telapak tangan beliau dan mengusapkannya di wajah mereka, ketika kutaruh telapak tangan beliau saw diwajahku ternyata telapak tangan beliau saw lebih sejuk dari es dan lebih wangi dari misik”

Allahumma sholli wa sallim wa baarik ‘alaih…

هذه القصيدة الصلاة علی المظلل
۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰
Qosidah Ashsholatu ‘Alal Mudhollal

الصلاة علی المظلل بالغمامة
Ashsholâtu ‘alâl mudhollal bil ghomâmah Read More…

Posted by: Syukron Tanzilah | April 1, 2015

Qosidah Birrul Walidain

Salah satu yang membuat Alhabib Ali Al Habsy menjadi besar maqom beliau adalah kuatnya kebaktian Serta hormat beliau kepada sang ibu. Bahkan beliau tidak merasa memiliki harta ataupun barang yang berharga selagi ibu beliau masih hidup padahal alhabib Ali memiliki harta yang barokah dan melimpah, semua yang beliau miliki beliau manfaatkan untuk membuat sang ibu ridho dan gembira.
Alhabib Ali alhabsyi berkata : aku tidak merasa memiliki sesuatu atau merasa mempunyai hak atas diriku selagi ibu masih hidup, karena yang aku miliki semuanya adalah milik ibuku,
Subhanallah…..

Sebuah pelajaran yang berharga, di zaman ini banyak anak anak yang sangat pelit terhadap orang tuanya dan merasa berat jika ingin memberikan sebagian uang nya atau sesuatu, tapi jika ia memberi teman dekat atau istrinya ia tanpa perhitungan.

Laa ilahaillallah…..

Ketahuilah bahwa apa yang kita berikan kepada orang tua adalah hutang yang akan Allah bayar berlipat ganda apalagi ketika orang tua kita telah tiada.. Bahkan Allah akan mempersiapkan anak anak kita yang akan berbakti pada kita

ﺍﻟﺒِﺮُّ ﺳَﻠَﻒ
Berbakti itu adalah laksana hutang
ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺪِﻳﻦُ ﺗُﺪَﺍﻥ
Sebagai mana engkau mengutangi maka dengan hal itu engkau akan di bayar
Jika memberi hutang kebaikan maka akan di bayar kebaikan yang lebih, Jika kau meberikan kejelekan pada orang tua maka hutang kejelekan dan rasa pelit itu akan di bayarkan padamu oleh anak anakmu..
Apakah kita tidak takut di masa kita tua & lemah serta tidak mampu melakukan apa apa, kemudian datang anak anak kita dengan sifat yang jelek dan mencemoohkan kita, tidak mau melayani kita, tidak mau memberikan sedikit uang nya pada kita yang lemah dan sangat perlu bantuan, atau tidak kah kita takut jika anak anak kita memberi kita uang yang sangat sedikit dengan lisan yang selalu mencela kita dan mengatakan kepada kita…
Ibu ini/bapak ini nyusahkan terus…
Ibu ini/bapak ini saya kan juga punya kepentingan..
Makanya klo di kasih tau jangan ngelawan, klo begini kan nyusahkan semua…

Laa ilahaillallah….

Sebelum itu terjadi mari… kita bahagiankan orang tua kita. Yakinlah… Kebahagian anda dunia akherat dalam kebahagian orang tua..! Atas kadar memasrahkan nya semua yang kita miliki pada orang tua maka atas kadar itu juga derajat kita di sisi Allah..

Alhabib Ali alhabsyi memasrahkan jiwa dan raganya untuk sang ibu, beliau berkata : jika ibuku membawaku kepasar dan berkata ini adalah budak ku dan aku akan menjualnya.. maka aku (kata habib Ali) tidak akan memungkiri di depan orang klo aku adalah budaknya..

Laa ilahaillallah…

هذه القصيدة بر الوالدين
۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰
Qosidah Birrul Walidain ini adalah  yang biasa dilantunkan al Habib Syech Assegaf

يا ربنا يا ربنا إغفرلنا
Yâ Robbanâ yâ Robbanâ ighfir lanâ
Read More…

Posted by: Syukron Tanzilah | March 29, 2015

Sholla ‘Alaikallohu Ya ‘Adnani

Setelah itu aku berkata: Dia adalah junjungan kita, Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdil Muththalib.
Namanya (nama Abdul Muthalib) adalah Syaibatul Hamdi, dan perilaku-perilakunya yang luhur itu terpuji.
Ia putra Hasyim, yang nama sebenarnya ‘Amr, putra Abdi Manaf, yang nama sebenarnya Mughirah, yang keluhuran itu dicitrakan kepadanya karena kemuliaan nasabnya. Ia putra Qushay, yang nama sebenarnya Mujammi’.
Disebut Qushaiy karena jauhnya (ia pergi) ke negeri Qudha‘ah yang jauh. Sampai Allah Ta‘ala mengembalikannya ke tanah haram (suci) dan terhormat, lalu Dia memeliharanya dengan suatu pemeliharaan yang sesungguhnya.
Ia putra Kilab, nama sebenarnya Hakim, putra Murrah, putra Ka‘ab, putra Luayy, putra Gholib, putra Fihr, yang nama sebenarnya Quraisy. Dan kepadanya dinasabkan semua suku Quraisy. Orang yang di atasnya adalah dari Kabilah Kinanah, sebagaimana pendapat banyak orang.
Ia (Fihr) adalah putra Malik, putra Nadhr, putra Kinanah, putra Khuzaimah, putra Mudrikah, putra Ilyas. Dan Ilyas ini adalah orang pertama yang mengorbankan unta ke tanah haram (BaitulHaram). Dan di tulang punggungnya, terdengar Nabi SAW menyebut dan memenuhi panggilan Allah Ta‘ala. Ia (Ilyas) adalah putra Mudhar bin Nizar bin Ma‘ad bin Adnan.

Inilah kalung yang butiran-butiran mutiaranya terangkai oleh sunnah yang tinggi. Untuk menyebutkan orang-orang di atasnya (di atas Adnan) sampai kepada Al-Khalil, Nabi Ibrahim, Syari‘ (yakni Nabi) menahan dan enggan menyebutnya. Dan tidak diragukan lagi, menurut orang-orang yang memiliki ilmu nasab, nasab Adnan sampai kepada Dzabih (orang yang akan disembelih), yakni Ismail.

Alangkah agungnya nasab itu dari untaian permata yang bintangnya gemerlapan. Bagaimana tidak, sedangkan tuan yang paling mulia (Nabi Muhammad Shollallahu’alayhi wasallam) adalah pusatnya yang terpilih.

Allahumma sholli wasallim wa baarik ‘alaih..

هذه القصيدة صلی عليك الله
۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰

صلى عليك الله يا عدنانی
يا مصطفی يا صفوة الرحمن

Shollâ ‘alaikallâhu yâ ‘Adnânî  Yâ Mushthofâ yâ shofwatar-rohmâni Read More…

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 132 other followers